Berita Sungailiat

Tim Satpol PP Stop Aktivitas TI di Belakang SDN 6 Deniang Sungailiat

Tim Satpol PP Kabupaten Bangka memantau aktivitas tambang, Selasa (5/3/2019) yang beroperasi di belakang SDN 6 Deniang pasca banjir

Tim Satpol PP Stop Aktivitas TI di Belakang SDN 6 Deniang Sungailiat
(ist/satpol pp kabupaten bangka).
Tim Satpol PP Kabupaten Bangka saat memantau TI di belakang SDN 6 Deniang, Selasa (5/3/2019) pasca banjir Kamis (28/2/2019) lalu. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Tim Satpol PP Kabupaten Bangka memantau aktivitas tambang, Selasa (5/3/2019) yang beroperasi di belakang SDN 6 Deniang pasca banjir, Kamis (28/3/2019) lalu.

Berdasarkan pantauan Kasatpol PP Kabupaten Bangka diwakili Kabid Penegakan Perundang-Undangan Satpol PP Kabupaten Bangka, Achmad Suherman kondisi saat ini di lokasi tersebut daerah kantung resapan air tersebut ditembok menjadi daratan sehingga waktu hujan deras mengakibatkan air meluap.

Apalagi menurutnya, kondisi sekitar aliran sungai terjadi sendimentasi.

Untuk itu pihak Satpol PP segera meminta pemilik TI membongkar aktivitas TI-nya.

"TI ilegal sudah dibongkar peralatannya. Alasan pemilik untuk menembok. Hal ini kami menghentikan. Karena tidak ada izin teknis lokasi tersebut. Harus di advis plening dulu atau tim dulu dikaji secara teknis," tegas Suherman saat dikonfirmasi bangkapos.com.

Menurutnya, jangan sampai penembokan yang dilakukan merugikan lingkungan sekitar. Apalagi memindahkan aliran sungai.

"Kondisi ini sangat berbahaya kalau tidak dikaji secara teknis," kata Suherman.

Pihak SDN 6 sudah komplain dengan adanya aktivitas TI tersebut karena berada pas di belakang sekolah.

Kondisi ini menyebabkan suara bising bunyi mesin TI sehingga mengganggu anak belajar.

"Kami mohon kiranya agar masyarakat bijak pada fasilitas umum dan kepentingan orang lain. Bukan hanya memikirkan kita sendiri. Istilahnya tanah ku sekenak ku be punya ku tapi kita makhluk sosial dan hidup bermasyarakat dan berbegara," ungkap Suherman.

Ia juga menyesalkan karena saat mereka ke lokasi TI ternyata masih ada sakan penambangan.

"Jadi kami suruh bongkar dan apabila masih berjalan tim gabungan akan turun dari kepolisian dan TNI," tegas Suherman.

(BANGKAPOS.COM/NURHAYATI)

Penulis: nurhayati
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved