Berita Belitung

Dinas Pariwisata Belitung Akan Buat Aturan Kelayakan dan Tarif Perahu Wisata

Kapal wisata digunakan untuk berwisata 'hopping island' berupa perjalanan wisata menuju gugusan pulau seperti Pulau Lengkuas, Pulau Burung

Dinas Pariwisata Belitung Akan Buat Aturan Kelayakan dan Tarif Perahu Wisata
Pariwisata Belitung 

BANGKAPOS.COM  - Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Kabupaten Belitung, Rabu (7/3) sudah berencana untuk membuat peraturan bersama. Terutama terhadap ketentuan operasional bagi perahu atau kapal yang membawa wisatawan ke pulau-pulau.

Ketentuan bersama itu, sebagai bentuk menjaga keselamatan dan keamanan pengguna jasa transportasi air wisata di daerah. Rencana ketentuan bersama itu, akan dilakukan dengan Polres Belitung dan Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas V Tanjungpandan.

"Itu yang akan kami coba nanti, karena ini sangat penting sekali berkaitan dengan keselamatan dan keamanan wisatawan," kata Kepala Disparekraf Kabupaten Belitung Hermanto kepada posbelitung.xo, Rabu (7/3).

Terdapat sekitar 140 kapal di Negeri Laskar Pelangi dipergunakan untuk membawa penumpang berwisata dan seluruh kapal boat itu, dimiliki secara pribadi oleh masyarakat atau dikelola oleh perusahaan perjalanan wisata.

"Tapi kapal pembawa penumpang ini, rata - rata milik pribadi, hanya beberapa orang pengusaha saja yang punya kapal, tapi yang menjalankan masyarakat juga. Selama ini memang rata-rata kapal itu untuk melaut, tapi beberapa kini sudah beralih menjadi pembawa kapal wisata," ucapnya.

Kapal wisata tersebut, kata dia, biasanya digunakan untuk berwisata 'hopping island' berupa perjalanan wisata menuju gugusan pulau seperti Pulau Lengkuas, Pulau Burung, Pulau Kepayang, Pulau Pasir serta mengunjungi sport-sport 'snorkeling' maupun melakukan penyelaman menikmati keindahan bawah laut.

"Nah di dalam ketentuan peraturan bersama itu nanti, berupa aspek kelayakannya juga, kami perhatikan sekarang kami merintis bagaimana sistem kelayakan dari perahu-perahu wisata tersebut," ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, mereka juga akan menetapkan dan menentukan besaran tarif yang dikenakan bagi kapal-kapal wisata tersebut sesuai dengan ukuran dan kapasitasnya.

"Secara tarif juga nantinya mereka sudah diatur misalnya berapa besar GT kapalnya tarifnya sekian, maksimal berapa penumpang, kemudian harga yang sama dan didalamnya aturan-aturan aturan keselamatan," pungkasnya. 

Penulis: Disa Aryandi
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved