Berita Sungailiat

Ketua KPU Bangka Bantah Kecolongan, Satu WNA Masuk DPT

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bangka M Hasan mengakui adanya satu Warga Negara Asing (WNA) yang masuk Daftar Pemilih Tetap

Ketua KPU Bangka Bantah Kecolongan, Satu WNA Masuk DPT
(nurhayati/bangkapos.com)
M Hasan 

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bangka M Hasan mengakui adanya satu Warga Negara Asing (WNA) yang masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Kabupaten Bangka.

Menurutnya, data WNA tersebut berasal dari data Daftar Penduduk Pemilih Potensial Pemilu (DP4) non DPT karena sudah mengurus Kartu Tanpa Penduduk (KTP) elektronik (e-KTP) di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bangka.

"Kami pakai datanya dari DP4 dukcapil dari pemutakhiran data masuklah di DPT padahal dalam aturan warga negara asing walaupun dia sudah mempunyai KTP elektronik tidak punya hak pilih," jelas Hasan kepada bangkapos.com, Kamis(7/3/2019).

Hasan membantah KPU Kabupaten Bangka kecolongan terkait adanya WNA yang masuk DPT. Alasannya WNA tersebut memiliki e-KTP.

"Basis pemutakhiran data kami berdasarkan KTP elektronik, di Bangka kan banyak nama-nama Cina sulit kita bedakan mana yang WNI, mana yang pendatang karena namanya sama. Jadi kami secara sistem tidak bisa menyaring mana yang tinggal sementara atau penduduk WNA yang sudah punya KTP elektronik, data yang sudah masuk DP4 dikategorikan sudah masuk penduduk Indonesia. Dalam aturannya memang dak boleh walaupun dia sudah punya KTP elektronik tidak boleh memilih," jawab Hasan.

Untuk itu pihaknya, Jumat (8/3/2019) akan mengadakan rapat pleno agar WNA tersebut dikeluarkan dari DPT untuk dicoret. WNA itu tidak berhak menggunakan hak pilihnya pada pileg dan pilpres di Pemilu 2019 ini.

Diakui Hasan, berdasarkan data ada sekitar 103 nama WNA di Indonesia yang masuk DPT satu di antaranya terdata di Kabupaten Bangka.

(BANGKAPOS.COM/NURHAYATI)

Penulis: nurhayati
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved