Berita Pangkalpinang

Dituduh Memalsukan Tanda Tangan Suami untuk Pinjam Uang di Bank, Istri Pengacara Ini Buka Suara

Ag menilai persoalan antara ia dengan Feriyawansyah sesungguhnya murni persoalan dalam rumah tangga.

Dituduh Memalsukan Tanda Tangan Suami untuk Pinjam Uang di Bank, Istri Pengacara Ini Buka Suara
Bangka Pos/Ryan A Prakasa
Feriyawansyah SH saat menggelar konferensi pers didampingi para penasihat hukumnya. Dalam konferensi digelar di sebuah warung kopi di Kota Pangkalpinang yakni pengacara ini mempermasalahkan soal tanda tanga dirinya diduga dipalsukan oleh Ag guna pengajuan pinjaman sejumlah dana pada BTN cabang Pangkalpinang. 

BANGKAPOS.COM  - Setelah sebelumnya Feriyawansyah 'buka-bukaan' terkait kasus tanda tangan dirinya diduga dipalsukan oleh pihak lain, kali ini giliran Ag selaku pihak yang ditudingnya telah memalsukan tanda tangan guna kepentingan pengajuan pinjaman dana pada Bank Tabungan Negara (BTN) angkat bicara.

Ag mengaku saat ini dirinya berani membeberkan pokok persoalan sesungguhnya terkait tudingan miring Feriyawansyah terhadap dirinya.

"Sebenarnya masalah ini adalah persoalan intern rumah tangga kami dan bukan untuk konsumsi publik. Saya sendiri sangat menyayangkan persoalan internal ini bisa keluar ke publik. Seharusnya masalah ini diselesaikan secara kekeluargaan," kata Ag kepada bangkapos.com, Minggu (10/3/2019) di Pangkalpinang.

Selain itu, Ag menilai persoalan antara ia dengan Feriyawansyah sesungguhnya murni persoalan dalam rumah tangga. Sampai saat ini antara ia dan Feriyawansyah berupaya untuk menyelesaikan secara kekeluargaan terkait persoalan saat ini sedang terjadi.

"Yang jelas permasalahan itu saat ini sedang kami upayakan diselesaikan secara baik-baik," tegasnya.

Ag lebih detil menjelaskan jika persoalan pinjaman dana ke BTN cabang Pangkalpinang itu lagi-lagi ditegaskanya yakni masih sepengetahuan Feriyawansyah selaku suami sahnya, dan diketahuinya soal pengajuan pinjaman dana itu sekitar bulan April 2018 lalu

Bahkan saat pencairan dana pinjaman tersebut senilai Rp 500 juta, setelah itu sebagian dana tersebut sempat digunakan untuk keperluan Feriyawansyah. Namun Ag tak menyebutkan nominal uang yang diberikan kepada Feriyawansyah.

"Nah terkait pinjaman ke bank itu (BTN -- red) justru jaminan pinjamannya adalah dokumen kepegawaian dan pembayaran dilakukan melalui pemotongan gaji saya sendiri. Lantas dimana kerugian yang dimaksudnya itu?," jelasnya.

Begitu pula terkait persoalan pengajuan permohonan pinjaman dana ke bank tersebut (BTN) ditegaskan olehnya justru sudah memenuhi persyaratan atau pun prosedur yang berlaku.

"Jadi untuk persoalan administrasi pengajuan permohonan pinjaman dana itu tidak ada yang dilanggar atau sudah sesuai ketentuan," bantahnya.

Halaman
12
Penulis: ryan augusta
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved