Advertorial

Herrmann Law Group Gugat Boeing Karena Kecelakaan Lion Air

Herrmann Law Group mengajukan gugatan terhadap The Boeing Company atas nama keluarga 17 korban Lion Air.

Herrmann Law Group Gugat Boeing Karena Kecelakaan Lion Air
Dok. Herrmann Law Group
Herrmann Law Group mengajukan gugatan terhadap The Boeing Company atas nama keluarga 17 korban yang meninggal dunia dalam kecelakaan Boeing 737 yang dioperasikan oleh Lion Air, pada Kamis (7/3/2019). 

BANGKAPOS.COM - Herrmann Law Group mengajukan gugatan terhadap The Boeing Company atas nama keluarga 17 korban yang meninggal dunia dalam kecelakaan Boeing 737 yang dioperasikan oleh Lion Air, pada Kamis (7/3/2019).

Dalam gugatannya, Herrmann Law Group, menegaskan peralatan Boeing gagal, dan tidak memberitahu pilot dengan benar tentang keberadaan dan bahaya sistem otomatis baru yang dipasang di pesawat.

Pada tanggal 29 Oktober 2018, penerbangan Lion Air JT 610 meninggalkan Jakarta, menuju Pulau Bangka.

Dua menit setelah penerbangan, pilot memberitahu menara kontrol di darat tentang masalah kontrol penerbangan.

Sistem anti-stall otomatis yang baru menerima data salah. Akibatnya, sistem anti-stall menyala dan memaksa hidung pesawat mengarah ke bawah. Pilot secara manual harus menarik hidung pesawat ke atas.

Upaya pilot memperbaiki masalah ini teratasi, tetapi hanya sementara.

Selama beberapa menit, pilot terlibat dalam tarik menarik.

Sistem memaksa hidung pesawat ke bawah. Pilot berusaha mengangkat hidung pesawat lagi.

Tiba-tiba, sekitar 12 menit setelah lepas landas, pesawat itu menukik dengan tajam.

Sekitar 45 detik kemudian, pesawat itu jatuh ke lautan dengan kecepatan sekitar 500 mil per jam,dan menewaskan 189 orang di dalamnya.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved