Jawaban Aa Gym Usai Dirinya dan Ustadz Abdul Somad (UAS) Disebut Dipaksa Netral di Pilpres 2019

Saya punya pilihan, saya tidak netral, ini datang dari hati nurani karena sedih melihat umat bertengkar,

Jawaban Aa Gym Usai Dirinya dan Ustadz Abdul Somad (UAS) Disebut Dipaksa Netral di Pilpres 2019
Screenshot YouTube
Ustaz Abdul Somad dan KH Abdullah Gymnastiar alias AA Gym 

"Saya kurang simpati harusnya bekhidmad kepada masyarakat, bukan kepada pemilihnya, sudah ah jangan omong itu."

"Sudah tidak usah omong polutak politik."

Persoalan ini mengemuka setelah Aa Gym, Ustadz Abdul Somad, dan Ustadz Arifin Ilham dinyatakan sebagai ulama yang paling diikuti.

Selain itu, yang juga diikuti sesuai hasil survei LSI Denny JA adalah Ustadz Yusuf Mansur dan Habib Rizieq Shihab.

Dalam berita sebelumnya, yang diulas Warta Kota, pengaruh survei di antaranya LSI Denny JA, yang dikutip Warta Kota, terdapat upaya Ketua Umum PPP, Romahurmuziy alias Romi untuk mendekati Ustadz Abdul Somad (UAS) belum menunjukkan bisa mengubah pilihan politik UAS.

Sebagaimana diungkap oleh riset yang dilakukan oleh Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA.

Mereka menyebutkan, UAS dan Aa Gym alias Abdullah Gymnastiar adalah dua orang tokoh masuk dalam daftar tokoh agama yang imbauannya paling didengar oleh pemilih.

Menurut survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, UAS menempati peringkat teratas dengan tingkat elektoral 30,2 persen.

“Elektoral yang tercatat mendengarkan ujaran Ustadz Abdul Somad mencapai 30,2 persen,” kata peneliti LSI Denny JA, Ikrama M, dalam konferensi pers pada 14 Oktober 2018 lalu.

UAS dan Aa Gym masuk dalam daftar tokoh agama yang imbauannya paling didengar oleh pemilih menurut survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA.

UAS menempati peringkat teratas dengan tingkat elektoral 30,2 persen.

“Elektoral yang tercatat mendengarkan ujaran-ujaran Abdul Somad mencapai 30,2 persen,” kata peneliti LSI Denny JA, Ikrama M, dalam konferensi pers pada 14 Oktober 2018 lalu.

Kelima ulama yang dianggap masyarakat paling berpengaruh berdasarkan survei LSI Denny JA adalah Ustaz Abdul Somad, Ustaz Arifin Ilham, Ustadz Yusuf Mansur, Ustadz Abdullah Gymnastiar, dan Habib Rizieq Shihab.

Adapun tiga syarat utama kriteria ulama berpengaruh versi LSI Denny JA berdasarkan keterangan pers yang dikutip Warta Kota adalah tingkat pengenalan di atas 40 persen, tingkat kesukaan di atas 50 persen, dan kemampuan mempengaruhi di atas 15 persen.

Ikrama menjelaskan, ulama yang pendapatnya paling banyak diikuti masyarakat setelah UAS adalah Ustadz Arifin Ilham (25,9 persen), Ustadz Yusuf Mansur (24,9 persen), Aa Gym (23,5 persen), dan Habib Rizieq Shihab (17 persen).

Pilihan Ustadz Arifin Ilham juga sama seperti Ustadz Abdul Somad dan Aa Gym dalam kancah Pilpres 2019.

Menurut Ikrama, dari kelima ulama tersebut, Aa Gym merupakan ulama yang paling dikenal masyarakat dengan persentase 69,3 persen, UAS (59,3 persen), Ustadz Yusuf Mansur (57,2 persen), Habib Rizieq Shihab (53,4 persen), dan Ustadz Arifin Ilham (41,2 persen).

Sementara itu, sesuai pantauan Warta Kota, Ustadz Arifin Ilham juga memberikan sikap yang sama dengan Ustadz Abdul Somad seperti bisa disimak dalam sejumlah video yang disebarkan.

Akibatnya, tagar #RomiMengintimidasiUAS sebagaimana dipantau Warta Kota di media sosial pun menjadi trending topic karena sejumlah upaya yang dilakukan untuk menjinakkan Ustadz Abdul Somad.

Fenomena itu diungkap Warta Kota melalui trending topic di Twitter.

Dalam sejumlah ceramahnya, Ustadz Abdul Somad dengan tegas menjelaskan bahwa dirinya tidak pernah sebut nomor, tidak pernah sebut nama, tidak pernah sebut orang, tapi umat Islam sudah cerdas.

"Hindari money politics karena meski itu dilakukan, tidak akan efektif, umat sudah cerdas, jangan coblos orangnya," katanya, dikutip Warta Kota dari ceramahnya di YouTube.

Sementara itu, terkait dengan pilihan umat Islam di tahun 2019, Ustadz Abdul Somad menjelaskan agar umat Islam jangan sampai golput tidak menggunakan hak pilihnya.

"Gunakan hak pilih untuk menolong orang baik, jangan sampai yang jadi nanti adalah yang sebaliknya, maka gunakan hak pilih Anda," katanya.

Ustadz Abdul Somad secara khusus memberikan catatan pada kalangan ulama yang menjual agama untuk kehidupan dunia yang sesaat.

"Mereka yang menjual agama dalam perniagaan kepada pemimpin-pemimpin karena mereka adalah orang yang berilmu," katanya.

Secara khusus, Ustadz Abdul Somad, dikutip Warta Kota, memberikan pandangannya pada tokoh yang harus diikuti umat Islam.

"Ikutilah ulama yang paling dibenci orang kafir dan munafik, hari ini, yang dibenci orang kafir dan munafik adalah cucu Rasulullah SAW, Habib Rizieq Shihab," katanya.

Dalam ceramahnya itu, Ustadz Abdul Somad dengan ilmunya kemudian mengutip keterangan Ali Bin Abi Thalib yang termasyhur.

"Sayidina Ali Bin Abi Thalib menyatakan, yang aku khawatirkan dari umat bukan haq dan batil karena dari dulu, yang haq dan batil, selalu ada," katanya, Warta Kota mengutip ceramah Ustadz Abdul Somad di YouTube.

"Ada Habil, ada Kabil. Ada Ibrahim, ada Namruz. Ada Musa, ada Firaun. Ada Muhammad SAW, ada Abu Lahab, yang aku khawatirkan bukan itu, kata Sayidina Ali."

Habil dan Kabil adalah anak Nabi Adam Alaihi Salam (AS), yang menjadi simbol kebaikan (Habil) dan kejahatan (Kabil).

Kabil membunuh Habil dengan cara yang keji dan kisahnya itu sangat dikenal oleh orang banyak.

Demikian juga kisah-kisah tentang haq (kebaikan) dan batil (kejahatan) yang lainnya.
"Jadi, kata Sayidina Ali, yang aku khawatirkan bukan haq dan batil, tapi orang yang baik diam, sehingga yang salah merasa benar."

"Karena itu, kalau kalian punya senjata, senjata kalian bukan tombak, bukan senapan, tapi cyber army, yang pandai buat meme, yang pandai buat video pendek, gunakan keahlian kalian, serang untuk menyelamatkan orang banyak," kata Ustadz Abdul Somad, yang dikutip Warta Kota dari ceramahnya di YouTube.

Ustadz Abdul Somad dinilai punya pengaruh besar pada loyalitas suara umat Islam untuk mengikuti pilihan politiknya.

Pilihan politik Ustadz Abdul Somad itu kelihatannya memang tidak bisa diubah, sehingga terdapat upaya untuk membuatnya netral.

Meski demikian, Ustadz Abdul Somad masih tidak terpengaruh apalagi ditakut-takuti oleh Denny JA, dalam keterangan persnya yang dikutip Warta Kota, yang menyatakan, Ustadz Abdul Somad akan ditinggalkan umat kalau kampanye lawan politik Presiden Joko Widodo (Jokowi) atau kampanye untuk Prabowo Subianto.

Ustadz Abdul Somad sendiri menjadi korban tatkala ceramahnya di sejumlah lokasi dihadang, tapi Ustadz Abdul Somad sebagaimana diungkap Warta Kota dari sejumlah media sosial, tetap melaksanakan ceramah di sejumlah lokasi lainnya.

"Tidak apa-apa diusir-usir, tapi video share dan like," katanya.

Ceramah yang dilakukan Ustadz Abdul Somad memang selalu dipenuhi oleh masyarakat dari berbagai penjuru, sebagaimana dikutip Warta Kota dari YouTube.

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Reaksi Keras Aa Gym Diklaim Romi Jadi Netral dan dengan Tegas Bilang bahwa Romi Bohong, http://wartakota.tribunnews.com/2019/03/10/reaksi-keras-aa-gym-diklaim-romi-jadi-netral-dan-dengan-tegas-bilang-bahwa-romi-bohong?page=all.

Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved