Berita Pangkalpinang

Andalkan Tiga Kolong, Stok Air Baku PDAM Tirta Pinang Masih Aman

Cuaca saat ini belum ada ancaman terhadap penurunan stok air baku walaupun cuaca panas, tapi masih ada turun hujan

Andalkan Tiga Kolong, Stok Air Baku PDAM Tirta Pinang Masih Aman
bangkapos/edwardi
Ahmad Yanuar, Kasi Produksi Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Pinang Kota Pangkalpinang. 

BANGKAPOS.COM -- Kondisi stok air baku yang dimiliki Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Pinang Kota Pangkalpinang saat ini terdata sebanyak 1.736.000 meter kubik yang terdapat di tiga kolong seperti Kolong Bacang, Pedindang dan Kacang Pedang.

Hal ini diungkapkan Direktur Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Pinang Kota Pangkalpinang, Zuniar Nangtjik melalui Ahmad Yanuar, Kasi Produksi kepada bangkapos com, Selasa (12/03/2019) di kantornya.

"Alhamdulillah untuk stok air baku PDAM saat ini masih aman dan lancar walaupun satu atau dua bulan tidak turun hujan. Memang untuk Kolong Pedindang saat ini ada program normalisasi oleh Pemkot Pangkalpinang sedang ada pengerukan," kata Yanuar.

Dilanjutkannya, melihat fenomena alam yang terjadi saat ini belum bisa diprediksi kapan mulai terjadinya penyusutan stok air baku

"Kalau untuk wilayah Kolong Pedindang bila ada hujan lebat selama 15 menit di daerah Bukit Mangkol maka otomatis kolong akan terisi penuh kembali, apalagi saat ini sudah ada dam baru yang dibuat Pemkot Pangkalpinang, jadi penurunan debit air di Kolong Pedindang saat ini belum terjadi," ungkapnya.

Ditambahkannya, untuk cuaca saat ini belum ada ancaman terhadap penurunan stok air baku walaupun cuaca panas, tapi masih ada turun hujan di bagian hulu sungai yang terkoneksi dengan kolong.

"Bila ada hujan di hulu sungai biasanya air kolong akan terisi penuh kembali," ujarnya

Diakuinya, saat ini vegetasi pepohonan di Bukit Mangkol sudah berkurang, sehingga daya serap air hujan ke tanah berkurang, sehingga saat hujan turun air langsung masuk ke sungai lalu mengalir ke kolong.

"Kalau dulu saat pepohonan masih rimbun bila hujan turun, air masih banyak yang diserap atau ditahan pepohonan yang ada di Bukit Mangkol sehingga proses pengaliran ke sungai melalui proses penyerapan dulu, walaupun kemarau satu bulan masih ada air yang mengalir melalui sungai ke kolong, tetapi sekarang ini satu minggu saja tidak hujan maka aliran sungai kecil. Sebaliknya bila turun hujan lebat 15 menit saja maka aliran air masuk ke sungai cukup besar menuju kolong," jelasnya.

Dilanjutkannya, untuk antisipasi bila terjadi krisis air baku ke depan, saat ini Pemkot Pangkalpinang membangun embung Eka Guna di daerah Kampak Tua Tunu Pangkalpinang.

"Saat ini sudah proses pembangunan embung Eka Guna ini, tapi bukan PDAM yang membangunnya," tukasnya. (BANGKAPOS.COM/EDWARDI)

Penulis: edwardi
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved