Buntut Jatuhnya 737 Max 8, Garuda Pertimbangkan Pembatalan 50 Pesawat ke Boeing

Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara menyatakan, pihaknya mempertimbangkan melakukan pembatalan terhadap pemesanan pesawat Boeing

Buntut Jatuhnya 737 Max 8, Garuda Pertimbangkan Pembatalan 50 Pesawat ke Boeing
(KOMPAS.com/AKHDI MARTIN PRATAMA)
Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara di Garuda Indonesia Training Center, Jakarta Barat, Rabu (23/1/2019) 

BANGKAPOS.COM--Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara menyatakan, pihaknya mempertimbangkan melakukan pembatalan terhadap pemesanan pesawat Boeing seri 737 Max. Hal ini menyusul jatuhnya pesawat Boeing 737 Max 8 milik Ethiopian Airlines beberapa waktu lalu.

"Kami belum melihat ke sana, tetapi kemungkinan membatalkan (pemesanan) itu ada," ujar Ari Askhara di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (14/3/2019).

Ari pun mencontohkan maskapai Lion Air yang membatalkan pesanan pesawat jenis tersebut. "Seperti contoh Lion (Air) sudah ada suratnya di media untuk membatalkan pesanan," kata dia.

Bukti Baru Kesamaan Jatuhnya Ethiopian Airlines dan Lion Air, Boeing MAX 737 Telah Dikandangkan

Garuda Indonesia sebelumnya memang telah memesan pesawat Boeing 737 Max 8 sebanyak 50 unit. Saat ini baru 1 unit yang telat tiba tahun 2017 silam.

Pesawat-pesawat tersebut nantinya akan didatangkan secara bertahap selama beberapa tahun ke depan, yakni mulai tahun 2021 hingga 2030 mendatang. (Fitri Wulandari)

Berita ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Garuda Indonesia Pertimbangkan Batalkan Pemesanan 49 Unit Boeing 737 Max 8

//
Editor: khamelia
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved