Info Kesehatan

Gumoh Pada Bayi Adalah Hal yang Wajar, Begini Cara Mengatasinya

Gumoh adalah keluarnya cairan susu atau makanan yang baru saja ditelan. Gumoh merupakan kondisi normal yang disebabkan kerongkongan bayi belum

Gumoh Pada Bayi Adalah Hal yang Wajar, Begini Cara Mengatasinya
net
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM -  Gumoh adalah keluarnya cairan susu atau makanan yang baru saja ditelan. Gumoh merupakan kondisi normal yang disebabkan kerongkongan bayi belum berkembang sepenuhnya, serta ukuran lambung yang masih sangat kecil.

 Bayi sering gumoh cukup umum terjadi, terutama pada usia di bawah satu tahun, dan akan menghilang ketika bayi berusia satu tahun.

Pada saat itu, cincin otot di dasar kerongkongan umumnya sudah dapat berfungsi dengan baik, sehingga makanan yang masuk ke dalam perut bayi tidak mudah keluar.

Selain mengeluarkan cairan susu atau makanan, gumoh juga bisa diiringi sendawa, batuk atau cegukan beberapa saat, tersedak, menolak makan atau menangis saat menyusu atau diberi makan.

Sebenarnya gumoh pada bayi bukan kondisi yang mengkhawatirkan apabila tidak mengganggu tumbuh-kembangnya. Artinya, bayi tetap terlihat nyaman dan tidak rewel, serta sistem pernapasannya tidak terganggu.

Frekuensi gumoh pada bayi sangat bervariasi. Bisa jarang, cukup sering, atau bahkan terjadi setiap kali bayi diberi susu atau makanan.

Tetapi dalam beberapa kasus, bayi sering gumoh dapat menandakan adanya gangguan kesehatan seperti alergi susu sapi, yang juga dapat menyebabkan bayi muntah, diare, dan ruam.

Sumbatan atau penyempitan pada kerongkongan dan penyakit refluks adalah beberapa kondisi yang lebih serius yang bisa menimbulkan gejala menyerupai gumoh.

Perlu diwaspadai jika bayi sering gumoh yang disertai dengan kondisi-kondisi seperti gumoh menetap hingga bayi berusia lebih dari 1 tahun.

Tanda lain yang perlu diwaspadai adalah gumoh disertai keluarnya makanan dan susu, gumoh yang dikeluarkan berwarna (hijau dan kuning) atau disertai darah, gumoh disertai demam, serta bayi gumoh sambil menunjukkan tanda-tanda sakit.rlalu banyak. Sendawakan setiap kali habis menyusui, dan gunakan dot yang sesuai umur bayi bila bayi memperoleh susu botol.

Selain itu, hindari susu formula untuk mengurangi gumoh, kerena hal tersebut justru memperparah gumoh.(*)

 

Tags
gumoh
bayi
Editor: khamelia
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved