Berita Pangkalpinang

Peringati Hari Musik Nasional 2019, Gema Harmoni UBB Gelar Simponi Tanah Air

Didukung lebih dari 10 pemusik, acara bertemakan Bhinneka Tunggal Ika Still Alive ini digelar untuk memperingati

Peringati Hari Musik Nasional 2019, Gema Harmoni UBB Gelar Simponi Tanah Air
IST/DOK.UBB PERS
PENGHAYATAN -- Artis penyanyi Rizka Safurella (mahasiswi Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi UBB) tampil memukau penonton pada peringatan Hari Musik Nasional 2019 di Kantin UBB, Kamis (14/3/2019). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA --  Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Gema Harmoni Universitas Bangka Belitung (UBB), Kamis (14/3/2019) seharian penuh, menggelar  Simponi  Tanah  Air.

Didukung lebih dari 10 pemusik, acara bertemakan Bhinneka Tunggal Ika Still Alive ini digelar untuk memperingati Hari Musik Nasional (HMN) yang  setiap tahun jatuh pada tanggal  9 Maret.

Mengawali pembukaan HMN 2019, UKM Gema Harmoni menyuguhkan musik dan lagu yang sengaja dikemas dalam bentuk simponi.

Dua lagu dibawakan secara koor dengan panduan seorang dirigen itu adalah Tanah Air Ku (lagu nasional ciptaan Ibu Sud) dan Zapin Melayu (ciptaan seniman Bangka, Baijuri).

Gelaran simponi di depan Kantin UBB itu, melibatkan lebih dari sepuluh  artis penyanyi dan pemusik -- yang notabene gabungan mahasiswa dari lima fakultas di lingkungan UBB.  

Alat musik  yang dimainkan beragam; mulai perkusi, tabuhan (gendang, jimbe), alektrik (gitar, keyboard), akustik (gitar kopong), akordion, hingga saksofon.

Tampilnya saksofon pada simponi HMN bertajuk Bhinneka Tunggal Ika Still Alive ini ‘mampu’ menghadirkan suasana berbeda.

Selain musik dan lagu yang disajikan kian berwarna, nada-nada musik yang diproduksi saksofon pun ‘beresonansi’ (menggema) di ruang imaji setiap penonton (theater of mind) di seputar Kantin UBB.

Mengomentari hal ini, Ketua UKM Gema Harmoni Nanda didampingi Rinal Wahyu (pemain keyboard) mengemukakan saksofon yang melengkapi alat musik simponi HMN 2019 milik mahasiswa UBB.  Ia (pemilik saksofon) sekaligus adalah pemusik alat tiup itu.

“Saksofon berwarna kuning emas itu dibeli mahasiswa tersebut seharga delapan juta rupiah. Efek suara saksofon itu cukup ajip  memberi warna sendiri setiap lagu yang kita tampilkan,” ujar Nanda,seraya mengenalkan pemusik saksofon dimaksud.

Halaman
123
Penulis: Herru W
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved