Warga Mengadu ke Molen, Sampaikan Permasalahan Perbatasan Wilayah

Tiga orang ibu rumah tangga mendatangi Rumah Dinas Walikota Pangkalpinang, Jumat (15/3/2019).

Warga  Mengadu ke Molen, Sampaikan Permasalahan Perbatasan Wilayah
Bangkapos/irakurniati
Suasana Jumat bahagia di rumdin walikota Pangkalpinang, diterima langsung oleh walikota, Maulan Aklil (Molen). 

BANGKAPOS.COM-- Tiga orang ibu rumah tangga mendatangi Rumah Dinas Walikota Pangkalpinang, Jumat (15/3/2019). Kedatangan mereka tak lain untuk menyampaikan permasalahannya pada program Jum'at bahagia pemerintah kota Pangkalpinang.

Ketiganya yakni Misti, Sahlani dan Sudiana, menyampaikan permasalahannya di depan walikota, Maulan Aklil (Molen), mengenai kediamannya di RT 8, Kelurahan Sriwijaya, Kecamatan Girimaya, Pangkalpinang, mempertanyakan nasib rumahnya yang masuk dalam perbatasan wilayah Kabupaten Bangka tengah dan Pangkalpinang.

Misti, satu diantara mereka, menuturkan mendapatkan informasi sejak tahun 2018, ratusan kepala keluarga di RT 8 akan pindah jiwa menjadi penduduk Bangka tengah. Untuk itu dirinya meminta kepada Molen untuk tetap mempertahankan kependudukan mereka.

"Kami maunya tetap di Pangkalpinang, tidak mau diambil Bangka tengah. Kami dapat informasi, kalau ada pemetaan wilayah itu rumah kami termasuk di Bangka tengah. Kami pun sudah ngomong ke lurah untuk masalah ini. Kalau KTP masih Pangkalpinang, itu lah yang kami bingung, mau gimana nanti." kata Misti, ditemui usai program Jum'at Bahagia, Jumat (15/3/2019).

Dia menuturkan, dari 600 rumah yang berada di RT 8, 200 diantaranya akan masuk dan menjadi bagian dari Kabupaten Bangka tengah. Hal tersebut yang ditakutkan oleh ketiga ibu-ibu ini, selain akan untuk mengurusi adiministrasi yang jauh ke Kabupaten Bangka tengah sana, mereka mengaku tidak ingin lepas jiwa dari Pangkalpinang.

Misti menyatakan, warga akan turun untuk demo jika nantinya dipindah jiwa bukan lagi tercatat penduduk Pangkalpinang.

Sementara Lurah Sriwijaya, Trimulti Miranda, menuturkan, pihaknya masih belum mengetahui proses pemindahan tersebut secara pasti. Pasalnya, permasalahan perbatasan wilayah itu sudah antar Kabupaten-Kota.

"Kami dadi kelurahan belum tau secara pasti. Sejauh ini belum ada yang masuk. Menurut mereka sih ada begitu (200 rumah yang masuk ke wilayah Bangka tengah), tapi semuanya masih dalam proses. Saya juga belum tahu, yang memproseskan assisten 1 pemkot," kata Trimulti.

Walikota Pangkalpinang, Maulan Aklil (Molen), menuturkan di hadapan peserta Jum'at Bahagia itu, akan mengecek dan memproses aspirasi dari mereka mengenai perbatasan wilayah yang ingin tetap dipertahankan warga. "Lagi diproses ya bu, karena antar kabupaten-kota ini agak repot. Jadi kami upayakan dulu semua prosesnya." sahut Molen. (BANGKAPOS.COM/IRA KURNIATI)

Penulis: Ira Kurniati
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved