BangkaPosiana

Dokter Romenta Siagian, Pejuang ASI yang Siap Donorkan ASI-nya

dr. Romenta pernah didiagnosa PCOS, oleh dokter spesialis kandungan, ketidakseimbangan hormon dalam tubuh yang menyebabkan dia sulit untuk hamil

Dokter Romenta Siagian, Pejuang ASI yang Siap Donorkan ASI-nya
Bangkapos/Muhammad Nurdin
Foto-foto aktivitas dr. Romenta 

BANGKAPOS.COM -- Ramah, cantik, dan bersahaja adalah beberapa hal yang dimiliki oleh dr. Romenta yang saat ini menjabat sebagai Kepala Puskesmas, Simpang Teritip, Kabupaten Bangka Barat.

Namun siapa sangka dibalik itu semua, dia seorang wanita yang pernah didiagnosa PCOS, oleh dokter spesialis kandungan, ketidakseimbangan hormon dalam tubuh yang menyebabkan dia sulit untuk hamil dan kemungkinan besar tidak bisa menyusui bayinya karena juga mempengaruhi produksi ASI.

Terkenal ulet dan tidak gampang menyerah, ia pun mencari informasi dan berkonsultasi dengan berbagai pihak agar dirinya bisa memberikan ASI ke bayinya.

"Saya nikah 2014, punya anak 2018, sebelum hamil saya melakukan pemeriksaan dan didiagnosa kelebihan hormon yaitu PCOS, yang menyebabkan kesulitan hamil, ciri-cirinya haid yang tidak teratur di setiap bulannya. Ini juga berpengaruh saat menyusui karena mengganggu hormon prolaktin namanya, hormon penghasil air susu," ungkap dr. Romenta

Dijelaskannya, setelah dia hamil, PCOS yang pernah dideritanya tersebut sempat membuat dirinya agak pesimis, bisa atau tidak ASI nya keluar nanti karena dia sangat ingin menyusui bayinya

Ternyata memang benar, baru melahirkan dan hendak menyusui tidak keluar ASI-nya, hari keempat setelah itu barulah ASI nya keluar dengan dipompa.

"Saya sempat pesimis pas hamil karena itu tadi, orang tua saya menyemangati, berkat ketekunan dan perbanyak informasi akhirnya bisa memberikan asi ke bayi saya," katanya

Saat ini kata, dr. Romenta dirinya memompa ASI empat atau lima kali sehari, sebelumnya hal itu dilakukan dua atau tiga jam setiap harinya.

Diapun mengaku stok ASI yang ada sudah melebihi, diapun menyimpan sebagian ASI di lemari pendingin setelah memberikan ASI segar untuk anaknya.

"Karena sudah melebihi ASI, hasil dari yang saya pompa, saya pernah memberikan ke salah satu ibu, kemudian memposting di jejaring sosial hingga group sesama profesi untuk saling berbagi kepada mereka yang membutuhkan," terangnya

Lebih jauh dia menyebutkan, jika ada ibu-ibu yang mengalami masalah sepertinya didiagnosa PCOS seperti dirinya, sehingga sulit memberikan ASI untuk anaknya agar tidak mudah berputus asa.

Diapun menyarankan dengan berpikir positif, perbanyak informasi, makan makanan yang sehat dan bernutrisi, perbanyak minum air putih bahkan kalau perlu mengkonsumsi vitamin penambah air susu.

(Bangkapos/Muhammad Nurdin)

Penulis: Muhammad Noordin
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved