Berita Pangkalpinang

KSOP Sebut Beberapa Alasan Pelabuhan Pangkalbalam Dinilai Sudah Tidak Memungkinkan untuk Berkembang

KSOP Pangkalbalam Izuar mengatakan, Pelabuhan Pangkalbalam ke depan sudah tidak memungkinkan lagi untuk berkembang

KSOP Sebut Beberapa Alasan Pelabuhan Pangkalbalam Dinilai Sudah Tidak Memungkinkan untuk Berkembang
BANGKA POS / DEDY Q
Kepala KSOP Pangkalbalam Izuar 

BANGKAPOS.COM - Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pangkalbalam Izuar mengatakan, Pelabuhan Pangkalbalam ke depan sudah tidak memungkinkan lagi untuk berkembang

Alasannnya daya tampung yang sudah maksimal, alur yang sempit dan pendangkalan sehingga hanya bisa dilayari kapal berukuran maksimal 3000 grosstone GT. Pelabuhan juga semakin sulit berkembang karena keberadaan jembatan Emas.

"Walaupun tidak ada jembatan, itu agak sulit. Karena kapal 3000 GT itu panjangnya di atas 100 meter, untuk manuver di kolam yang kurang lebih 200 meter, alurnya tidak sampai 100 meter, ini yang bermasalah. Apalagi ada jembatan," kata Izuar ditemui sesudah rapat koordinasi percepatan pengembangan Pelabuhan Pangkalbalam di Ruang Rapat Romodong, Kantor Gubernur Babel, Senin (18/3/2019).

Kawasan Air Anyir, tepatnya di muara Sungai Baturusa, dianggap sebagai pilihan lokasi paling layak untuk pengembangan Pelabuhan Pangkalbalam ke depan. Kawasan ini, kata Izuar, dipilih berdasarkan hasil kajian konsultan.

Menurutnya, Air Anyir nantinya tidak akan bernasib sama seperti Pangkalbalam yang menjadi dangkal. "Dari hasil kajian konsultan, di Bangka ini, Air Anyir yang paling bagus. Scoringnya (penilaian) tertinggi, tidak akan seperti Pangkalbalam.

"Buktinya kalau yang sekarang ini saja sudah 10 tahun lebih tidak dikeruk dalam waktu 10 tahun itu masih bisa kapal. Jadi sedimentasinya tidak terlalu tinggi. Perairan kita punya dua musim, musim barat dan musim timur, lari sedimentasinya menurut musim itu," ucap Izuar. (BANGKAPOS.COM / Dedy Qurniawan)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved