Advertorial

RSUD Provinsi Dr. (H.C) Ir. Soekarno Gelar Seminar Intervensional Pain Management

RSUD Provinsi Dr. (H.C) Ir. Soekarno mengadakan seminar internasional bertempat di Gedung Pertemuan Malaria Center.

RSUD Provinsi Dr. (H.C) Ir. Soekarno Gelar Seminar Intervensional Pain Management
Bangka Pos
RSUD Provinsi Dr. (H.C) Ir. Soekarno mengadakan seminar internasional bertempat di Gedung Pertemuan Malaria Center sekitar pukul 13.45, Minggu (17/3). 

BANGKAPOS.COM - RSUD Provinsi Dr. (H.C) Ir. Soekarno mengadakan seminar internasional bertempat di Gedung Pertemuan Malaria Center sekitar pukul 13.45, Minggu (17/3).

Seminar internasional kali ini bertema Interventional Pain Management (Managemen Nyeri Intervensi) dan dipandu oleh empat orang pemateri baik dari dalam maupun luar negeri.

Pemateri luar negeri Dr Liong Liem berasal dari Maastricht University Medical Center Netherlands.

Sedangkan pemateri dari dalam negeri, Dr. Willy Halim yang berasal dari Anestesiology Fakultas Kedokteran Univeristas Brawijaya Malang, Dr. Said Shofwan yang berasal dari RS Islam Sultan Agung Semarang, dan Dr Wignyo Santosa berasal dari RS Islam Sultan Agung Semarang.

Acara yang dibuka de­ngan mengumandangkan bersama lagu kebangsaan Indonesia Raya, dan dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bangka Belitung Mulyono Susanto yang pada saat itu mewakili Gubernur Provinsi Bangka Belitung yang berhalangan hadir.

Mulyono sangat mengapresiasi RSUD Provinsi yang sudah mengadakan seminar internasional tentang pain management.

Menurutnya pain management ini sudah sangat berkembang, dan Provinsi Bangka Belitung juga akan menjadi provinsi yang serius untuk mengembangkan pain management.

“Kita akan kembangkan di sini. Kita sudah punya tenaga ahli yang saat ini sedang sekolah. Kalau semua dokter spesialis sudah me­ngetahui apa itu pain ma­nagement, masyarakat kita juga akan diuntungkan, karena ini intervensinya sa­ngat kecil, tidak perlu bedah lagi, hanya menggunakan jarum suntik. Dan alat di kita sudah sangat memungkinkan,” ujar Mulyono.

Seminar yang berlangsung kurang lebih dua jam dan dihadiri tak kurang dari 90 dokter spesialis tersebut berjalan lancar dan para peserta terlihat memperhatikan materi yang disampaikan oleh pemateri secara seksama.

Perwakilan dari RSUD Provinsi dr. Farhan spesialis anastesi mengatakan jika seminar ini diadakan karena intervensi nyeri belum banyak dikenal dan RSUD Provinsi juga sedang serius melakukan pengembangan intervensi nyeri.

RSUD Provinsi Dr. (H.C) Ir. Soekarno mengadakan seminar internasional bertempat di Gedung Pertemuan Malaria Center sekitar pukul 13.45, Minggu (17/3).
RSUD Provinsi Dr. (H.C) Ir. Soekarno mengadakan seminar internasional bertempat di Gedung Pertemuan Malaria Center sekitar pukul 13.45, Minggu (17/3). (Bangka Pos)

Untuk di RSUD Provinsi Bangka Belitung sendiri, Farhan menjelaskan jika pengembangan intervensi nyeri sudah berjalan selama satu tahun, dan terus me­ngalami tren positif dengan terus bertambahnya pasien.

Farhan menjelaskan jika RSUD Provinsi Bangka Belitung sudah memiliki alat kesehatan yang bahkan rumah sakit ternama di ibu kota negara pun belum memilikinya.

Farhan menambahkan untuk ke depannya, seminar serupa akan tetap diadakan, namun akan dilaksanakan di beberapa daerah di Indonesia. Dan untuk sosialisasi produk unggulan pun Farhan mengatakan jika sudah dilakukan dari tahun 2018 ke seluruh daerah di Bangka Belitung.

“Ya terus kita adakan, karena ini perlu diketahui orang kan. Dan sosialisasi terkuat itu sebenarnya sosiali­sasi dari pasien sendiri. Mereka yang sudah mendapatkan pelayanan yang bagus, me­reka biasanya cerita ke orang lain,” ucap Farhan. (adv/r1/may)

Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved