Survei Elektabilitas SMRC Pasca-Debat Cawapres 2019, Hasilnya Seperti Ini

Debat Pilpres 2019 putaran ketiga itu, diikuti oleh para calon wakil Presiden, Maruf Amin dan Sandiaga Uno di Hotel Sultan, Minggu (17/3/2019).

Survei Elektabilitas SMRC Pasca-Debat Cawapres 2019, Hasilnya Seperti Ini
(KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO)
Dua pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dan Joko Widodo-Maruf Amin saat acara pengambilan nomor urut di Kantor Komisi Pemilihan Umum, Jakarta, Jumat (21/9/2018). Survei Elektabilitas SMRC Pasca-Debat Cawapres 2019, Hasilnya Seperti Ini 

Survei Elektabilitas SMRC Pasca-Debat Cawapres 2019, Hasilnya Seperti Ini

BANGKAPOS.COM - Debat Pilpres 2019 putaran ketiga itu, diikuti oleh para calon wakil Presiden, Maruf Amin dan Sandiaga Uno di Hotel Sultan, Minggu (17/3/2019).

Pasca-Debat Cawapres 2019, bagaimana elektabilitas Joko Widodo-Maruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno?

Hasil survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan, elektabilitas pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin berada di angka 57,6 persen, sementara Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebesar 31,8 persen.

Debat Pilpres 2019 putaran ketiga diikuti para calon wakil presiden, Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno, Minggu (17/3/2019).
Debat Pilpres 2019 putaran ketiga diikuti para calon wakil presiden, Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno, Minggu (17/3/2019). (Tribun Wow)
Adapun 10,6 persen responden menyatakan tidak tahu/rahasia.

Pertanyaan yang diajukan kepada responden adalah "Seandainya pemilihan presiden dilaksanakan sekarang ini, siapa yang akan Ibu/Bapak pilih di antara dua pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden berikut?"

Survei ini dilakukan pada 24 Februari-5 Maret 2019 dengan proses wawancara tatap muka.

Direktur SMRC Djayadi Hanan mengatakan, jarak perolehan suara di antara kedua pasangan semakin lebar.

"Hingga melampaui 25 persen," kata Djayadi Hanan di Jakarta, Minggu (17/3/2019), seperti dikutip dari Antara.

Ia mengatakan, angka ini naik dari survei elektabilitas pada Januari 2019. Saat itu, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf sebesar 54,9 persen dan Prabowo-Sandiaga 32,1 persen.

Dua pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto - Sandiaga Uno dan Joko Widodo - Maruf Amin saat acara pengundian dan penetapan nomor urut pasangan calon presiden dan wakil presiden pemilu 2019 di Gedung Komisi Pemilhan Umum, Jakarta, Jumat (21/9/2019). Pasangan Joko Widodo - Maruf Amin mendapat nomor urut satu dan pasangan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno mendapat nomor urut dua.
Dua pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto - Sandiaga Uno dan Joko Widodo - Maruf Amin saat acara pengundian dan penetapan nomor urut pasangan calon presiden dan wakil presiden pemilu 2019 di Gedung Komisi Pemilhan Umum, Jakarta, Jumat (21/9/2019). Pasangan Joko Widodo - Maruf Amin mendapat nomor urut satu dan pasangan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno mendapat nomor urut dua. (KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO)

Djayadi menilai, kenaikan dukungan bagi Jokowi-Ma'ruf karena berbagai hal, antara lain optimisme masyarakat atas kondisi ekonomi, kemampuan Jokowi memimpin Indonesia, penilaian masyarakat mengenai debat pilpres, serta ketidakpercayaan masyarakat terhadap berbagai berita bohong dan fitnah yang menyudutkan Jokowi.

Halaman
1234
Editor: Evan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved