Penembakan di Selandia Baru

Ternyata Ini Alasan Brenton Tarrant Pilih Selandia Baru Lokasi Serangan Teror Penembakan

Sebelum melakukan aksi brutalnya di dua masjid di Christchurch, Brenton Tarrant mengunggah manifestonya ke internet.

Ternyata Ini Alasan Brenton Tarrant Pilih Selandia Baru Lokasi Serangan Teror Penembakan
fb
Brenton Tarran 

BANGKAPOS.COM - Peristiwa berdarah berupa serangan teror penembakan di dua masjid kawasan Christchurch, Selandia Baru pada Jumat (15/03) telah membawa duka mendalam di seluruh dunia.

Bahkan saking kejinya tindakan pelaku dari penembakan di Selandia Baru ini, dirinya sama sekali tak menunjukkan rasa bersalah saat ditangkap!

Pertanyaannya kemudian, mengapa seorang warga Australia sampai tega dan pilih lakukan serangan teror yang keji ini di Selandia Baru?

Belakangan terungkap, identitas pelaku penembakan di Selandia Baru itu diketahui bernama Brenton Tarrant.

Sebelum melakukan aksi brutalnya di dua masjid di Christchurch, pria asal New South Wales ini mengunggah manifestonya ke internet.

Menurut kantor berita Reuters—sebagaimana dikutip dari laman Kompas.com—dalam manifesto itu Tarrat awalnya tidak memilih Selandia Baru sebagai sasaran.

Namun pikirnya, serangan terhadap Selandia Baru akan menunjukkan bahwa tidak ada tempat di manapun di dunia ini yang aman.

Serangan terhadap Muslim di Selandia Baru ini pun seolah menunjukkan jangkauan global gerakan supremasi kulit putih yang menginginkan Eropa yang ideal.

Gerakan ini pada dasarnya menolak gelombang imigrasi dan kerap menyebarkan ancaman melalui internet.

Brenton Tarrant, 28, menghadiri persidangan pada Sabtu (16/3) atas keterkaitannya dalam serangan terhadap masjid di Christchurch
Brenton Tarrant, 28, menghadiri persidangan pada Sabtu (16/3) atas keterkaitannya dalam serangan terhadap masjid di Christchurch (Reuters)

Brenton Tarrant sendiri diketahui merupakan warga biasa, pernah bekerja sebagai pelatih kebugaran di Big River Gym di kota Grafton, New South Wales, Australia pada 2009-2011.

Halaman
123
Editor: fitriadi
Sumber: Nova
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved