Berita Pangkalpinang

Pangkalpinang Alami Deflasi 0,48 Persen di Februari, Ini Penyebabnya

Kota Pangkalpinang pada Februari 2019 mengalami deflasi sebesar 0,48 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 142,30.

Pangkalpinang Alami Deflasi 0,48 Persen di Februari, Ini Penyebabnya
Bangkapos/Yuranda
Salah satu komoditas yang mengalami penurunan harga pada Februari 2019 adalah ayam ras. Nampak pedagang ayam di pasar pagi pangkalpinang 

BANGKAPOS COM -- Kota Pangkalpinang pada Februari 2019 mengalami deflasi sebesar 0,48 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 142,30.

"Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya indeks pada dua kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok bahan makanan sebesar 2,57 persen dan kelompok sandang sebsar 0,27 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pangkalpinang, I Ketut Mertayasa melalui Stafnya Bagian Data Netty, Selasa (19/03/2019).

Ditambahkannya, kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi adalah kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,01 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,46 persen, kelompok pendidikan rekreasi, dan olahraga sebesar 0,04 persen serta kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 1,48 persen.

"Sementara kelompok perumahan, air, Iistrik, dan bahan bakar masih stabil," ujarnya.

Dilanjutkannya, tingkat inflasi tahun kalender Februari 2019 sebesar 0,44 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Februari 2019 terhadap Februari 2018) sebesar 3,46 persen.

"Komponen inti pada Februari 2019 mengalami deflasi sebesar 0,37 persen. Inflasi komponen bergejolak sebesar 2,11 persen, sedangkan komponen diatur pemerintah inflasi sebesar 0,96 persen," jelasnya.

Berdasarkan hasil pemantauan BPS di pasar tradisional maupun modern pada Februari 2019, di Kota Pangkalpinang terjadi deflasi sebesar 0,48 persen, atau terjadi penurunan IHK dari 142,99 pada Januari 2019 menjadi 142,30 pada Februari 2019.

"Tingkat inflasi tahun kalender buIan ini adalah sebesar 0,44 persen dan dengan inflasi tahun ke tahun (Februari 2019 terhadap Februari 2018) adalah sebesar 3,46 persen," jelasnya.

Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnva plusindeks pada dua kelompok pengeluaran, yaitu kelompok bahan makanan sebesar 2,57 persen dan ke\ompok sandang sebesar 0,27 persen.

"Kelompok pengeluaran yang mengatami inf1asi adalah kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,01 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,46 persen; kelompok pendidikan rekreasi, dan olahraga sebesar 0,04 persen serta kelompok transport, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 1,48 persen. Sementara kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar masih stabil," jelasnya.

Beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga pada Februari 2019 di antaranva adalah ikan segar seperti kerisi, selar, kembung, tenggiri, dencis, tongkol, cumi-cumi, hapau, dan merah, daging ayam ras, sawi hijau, jeruk, cabai merah, dan minyak goreng.

Sementara beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga adalah tarif angkutan udara, daging babi, beras, kangkung, bayam, sepeda motor, batu bata, shampo, anggur, telur ayam ras, ikan pari, dan asam.

Sedangkan kelompok pengeluaran yang memberikan andil deflasi pada Februari 2019, yaitu kelompok bahan makanan sebesar 0,71 persen dan kelompok sandang sebesar 0,01 persen.

Sementara kelompok pengeluaran yang memberikan andil inflasi adalah kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,003 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,02 persen, kelompok pendidikan rekreasi, dan olahraga sebesar persen, serta kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,003 persen. Sedangkan kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar masih stabil.

(BANGKAPOS.COM/EDWARDI)

Penulis: edwardi
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved