Seekor Paus Mati di Pesisir Filipina, Setelah Perutnya Dibedah Ditemukan 40 Kilogram Plastik

Seekor paus kelaparan dengan 40 kilogram plastik di perutnya ditemukan dalam kondisi mati setelah terdampar di sebuah pantai di Filipina.

Seekor Paus Mati di Pesisir Filipina, Setelah Perutnya Dibedah Ditemukan 40 Kilogram Plastik
AFP PHOTO/THAIWHALES/HANDOUT
Foto dirilis pada Sabtu (2/6/2018) dan diambil pada Senin (28/5/2018) memperlihatkan seekor paus pilot jantan yang telah mati setelah dievakuasi relawan ThaiWhales dan dokter hewan dari Departemen Kelautan dan Sumber Daya Pesisir Thailand di pesisir pantai di Songkhla, Thailand. Otopsi yang dilakukan mengungkap 80 kantong plastik dengan berat mencapai 8 kilogram berada di dalam perut mamalia laut naas itu. 

BANGKAPOS.COM - Seekor paus kelaparan dengan 40 kilogram plastik di perutnya ditemukan dalam kondisi mati setelah terdampar di sebuah pantai di Filipina.

Paus sepanjang 4,7 meter itu terdampar di kota Mabini pada Jumat pekan lalu.

Para nelayan dan staf pemerintah setempat sempat mencoba mengembalikan hewan itu ke laut.

Namun, setiap kali dikembalikan ke laut, mamalia itu selalu kembali ke tempat yang dangkal. Demikian Biro Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Filipina.

"Paus itu tak bisa berenang sendiri. Dia sudah amat lemah. Dia mengalami dehidrasi dan di hari kedua hewan itu muntah darah," kata direktur biro Fatma Idris.

Kematian paus ini terjadi hanya beberapa pekan setelah Global Alliance for Incinerator Altenative merilis laporan terkait penggunaan plastik di Filipina.

Data itu membeberkan, setidaknya 60 juta saset plastik digunakan setiap tahun di Filipina.

Paus itu mati karena kelaparan dan tak bisa makan karena sampah plastik memenuhi perutnya.

Demikian dijelaskan Darrell Blatchley, direktur D'Bone Collector Museum yang melakukan pemeriksaan terhadap paus itu.

"Kondisi ini amat menyedihkan dan menjijikkan. Kami melakukan pembedahan terhadap bangkai 61 lumba-lumba dan paus selama 10 tahun terakhir," kata Darrell.

Halaman
12
Editor: Herru W
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved