Berita Sungailiat

Sidak KTR, Tim Temukan Banyak Puntung dan Spanduk Rokok di Sekolah-Sekolah

Tidak boleh ada satu puntung rokok di lingkungan sekolah. Apalagi gurunya sampai merokok di lingkungan

Sidak KTR, Tim Temukan Banyak Puntung dan Spanduk Rokok di Sekolah-Sekolah
ist/satpol pp kabupaten bangka
Saat tim gabungan melakukan inspeksi, Selasa (19/3/2019) masih ditemukan spanduk rokok di lingkungan sekolah. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-Tim gabungan yang terdiri dari Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Satpol PP Kabupaten Bangka, Selasa (19/3/2019) melakukan inspeksi dadakan (sidak) terkait dengan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) ke beberapa sekolah yang ada di delapan kecamatan.

Penertiban dilakukan di tiap kecamatan di ambil sempel masing-masing dua sekolah.

Dari hasil sidak tersebut ternyata masih banyak sekolah yang belum menerapkan KTR. 

Bahkan spanduk rokok masih dipasang di lingkungan sekolah.

Padahal  lingkungan sekolah harus steril dari rokok.  Hal ini sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2014.

"Tidak boleh ada satu puntung rokok di lingkungan sekolah. Apalagi gurunya sampai merokok di lingkungan sekolah.

Apalagi di kelas, jelas KTR diatur dalam perda dan denda, cukup tinggi sampai dengan Rp 50 juta atau kurungan tiga bulan," tegas Kabid Penegakan Perundang-Undangan Satpol PP Kabupaten Bangka, Achmad Suherman.

Ia bisa maklumi bagi sekolah-sekolah yang tidak mempunyai pagar sekolah, mungkin banyak masyarakat lewat sambil merokok dan dibuang di halaman, tetapi bagi sekolah yang sudah berpagar keliling itu tidak wajar.

Disayangkan Suherman, ada beberapa sekolah siswa sekolah dasar terpapar asap rokok dimana saat dilakukan pemeriksaan terhadap siswa yang cukup tinggi.

Oleh karena itu setiap sekolah wajib memasang larangan merokok di lingkungan sekolah.

Suherman meminta agar kepala sekolah bisa melakukan teguran bagi yang merokok dilingkungan sekolah.

"Imbauan kita sama-sama menjaga kesehatan dan kebersihan sekolah karena masih ada sekolah yang guru-gurunya merokok. Kami juga imbau agar para guru  guru atau pegawai sekolah jangan merokok di lingkungan sekolah," pesan Suherman.

Ia juga meminta para guru dalam pelajaran prakarya tidak boleh membuat kerajinan yang berkaitan dengan rokok, misal asbak rokok.   

"Sekolah harus steril dari rokok.  Termasuk iklan-iklan rokok tidak boleh masuk ke sekolah dan juga lingkungan di lingkungan sekolah dilarang memasang iklan rokok," tegasnya. (BANGKAPOS.COM/NURHAYATI)

Penulis: nurhayati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved