Berita Pangkalpinang

MUI Babel Bakal Bantu Fasilitasi Pembentukan Koperasi Syariah

Perbedaan koperasi dan koperasi konvensional Nardi menjelaskannya koperasi syariah menerapkan ekonomi syariah, standar syariah

MUI Babel Bakal Bantu Fasilitasi Pembentukan Koperasi Syariah
Bangka Pos/Krisyanidayati.
Bendahara MUI Babel, Nardi Pratomo. Bangka Pos/Krisyanidayati. 

BANGKAPOS.COM - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Babel sedang mempersiapkan untuk memfasilitasi pembentukan koperasi syariah di Negeri Serumpun Sebalai.

Bendahara MUI Babel, Nardi Pratomo mengatakan sudah ada beberapa koperasi di Babel yang berbasis syariah, namun belum memenuhi syarat. Hingga saat ini memang belum ada koperasi syariah yang berdiri di Babel.

"MUI sudah mengundang cikal bakal koperasi syariah di Babel, untuk mengorganosir mereka yang mau mengkonversi dari koperasi konvensional ke koperasi syariah diantaranya PW Salimah, MAN IC, LDII, koperasi karyawan Bolesa, Koperasi Wanita Baitul Izzah," kata Nardi belum lama ini.

Koperasi ini diminta untuk mempersiapkan diri, baik dari sisi management, keanggotan, maupun sistem yang dijalankan dengan prinsip syariah.

"Sudah didiskusikan kesiapan mereka untuk membentuk koperasi syariah yang rancanya akan dilaunching April nanti," tambahnya.

Dikatakan Nardi, sudah banyak koperasi konvensional yang berniat untuk mengkonversikan, tapi selama ini masih terbatas pengetahuan mengenai pendirian koperasi syariah. Pasalnya, memang ada beberapa syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi.

"Secara legalitas dan administrasi belum ada koperasi syariah, makanya kita membina koperasi syariah. Banyak yang mengingingkan tapi selama ini belum tau caranya, makanya kami akan membimbing," sebutnya.

Lebih lanjut, Nardi memperkirakan antusiasme koperasi konvensional di Babel untuk dikonversi ke koperasi syariah cukup besar. Hal ini ditandai dengan sudah banyak yang bertanya langsung.

Ditanyai perbedaan koperasi dan koperasi konvensional Nardi menjelaskannya koperasi syariah menerapkan ekonomi syariah, standar syariah, bagi hasil bukan sistem bunga, menggunakan sistem zakat.

Dalam pelaksaanannya, koperasi syariah harus memiliki dewan pengawas syariah yang akan mengawasi jalannya koperasi.

"Koperasi syariah harus ada dewan pengawas syariah yang ditunjuk MUI, koperasi syariah ada zakat sehingga hidup ekonomi umat, berasaskan keadilan, transparansi, akad kesepakatan dua belah pihak. Yang mendasar ini tidak ribawi, kalau syariah rugi untung ditanggung bersama," sebutnya.

Menurutnya, bagi pengurus koperasi yang ingin mengkonversikan koperasi konvensional ke koperasi syariah bisa mendatangi kantor MUI Babel.

"Mudah-mudahan di Babel segera terbentuk, kalau koperasi konvensional ingim dikonversi silahkan konsultasi ke MUI provinsi, mereka kirim surat ke dinas koperasi untuk konversi, kirim surat ke MUI dan dinotaris tinggal di ubah. Kedepan kita berharap bisa memberikan bimtek koperasi konvensional untuk konversi ke koperasi syariah," katanya.

(BANGKAPOS.COM/Krisyanidayati)

Penulis: krisyanidayati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved