Berita Pangkalpinang

Penyuluh Agama Masukkan Bahaya Narkoba dalam Suscatin

Salah satu upaya ini dapat dilakukan dengan cara memasukkan materi bahaya narkoba pada kursus calon pengantin (Suscatin)

Penyuluh Agama Masukkan Bahaya Narkoba dalam Suscatin
Bangkapos/Edwardi
Penyuluh Agama Islam Ustadz Yuliandi memberikan materi bahaya narkoba kepada peserta kursus calon pengantin (Suscatin). 

BANGKAPOS.COM -- Kementerian Agama melalui Kantor Urusan Agama (KUA) yang berwenang mencatatkan pernikahan, mempunyai peran strategis dalam upaya Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

Salah satu upaya ini dapat dilakukan dengan cara memasukkan materi bahaya narkoba pada kursus calon pengantin (Suscatin), serta diupayakan memberlakukan tes bebas narkoba bagi calon pengantin.

Penyuluh Agama Islam Kemenag Kota Pangkalpinang, Ustadz Yuliandi mengatakan Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang bersama dengan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Pangkalpinang beberapa waktu lalu telah menandatangani perjanjian kerjasama tentang pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan narkoba dan prekursor narkotika kepada calon pengantin.

"Sebagai tindak lanjut dari hal tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang telah menginstruksikan kepada jajarannya, khususnya para Penyuluh Agama yang bertugas di KUA kecamatan untuk memasukkan materi tentang penyalahgunaan narkoba dalam setiap bimbingan dan penyuluhan," kata Yuliandi, Kamis (21/03/2019).

Ditambahkannya, keluarga yang sakinah, mawaddah,wa rahmah sangat mustahil terwujud bila salah satu atau pasangan suami isteri menjadi pecandu narkoba.

"Dikhawatirkan yang akan terjadi adalah rumah tangga yang berantakan, apalagi kalau sudah sampai berurusan dengan hukum," ujarnya.

Diharapkannya, selain dengan bimbingan dan penyuluhan, ke depan kiranya pasangan pengantin dapat diberikan brosur terkait dengan bahaya penyalahgunaan narkoba sebagai pegangan bagi calon pengantin sebagai salah satu upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba di wilayah Kota Pangkalpinang.

"Peredaran dan penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan berbahaya di Indonesia semakin memprihatinkan, penggunanya pun berasal dari semua kalangan, tentunya mengancam semua aspek kehidupan termasuk rumah tangga," imbuhnya.

(BANGKAPOS.COM/EDWARDI)

Penulis: edwardi
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved