Berita Pangkalpinang

Rapat Perda Zonasi, Didit : Eksekutif Jangan Memberi Angin Surga

DPRD Provinsi Bangka Belitung menggelar rapat Pansus pembahasan RZWP3K (Perda Zonasi)

Rapat Perda Zonasi, Didit : Eksekutif Jangan Memberi Angin Surga
(Bangkapos/Muhammad Rizki)
Suasana rapat Pansus pembahasan RZWP3K (Perda Zonasi) yang berlangsung di ruang Badan Musyawarah kantor DPRD Provinsi Bangka Belitung 

BANGKAPOS.COM - DPRD Provinsi Bangka Belitung menggelar rapat Pansus pembahasan RZWP3K (Perda Zonasi) yang berlangsung di ruang Badan Musyawarah kantor DPRD Provinsi Bangka Belitung, Kamis (21/03/2019).

Rapat yang juga dihadiri oleh bupati dan wali kota se Bangka belitung ini membahas tentang paparan dari beberapa dinas yang ada di Bangka belitung, seperti dinas kelautan, dinas pariwisata, dan dinas perhubungan.

Ketua DPRD Provinsi Bangka Belitung,Didit Srigusjaya mengatakan jika dirinya sengaja mendengar paparan dari berbagai dinas, dikarenakan di dalam perda zonasi ini bukan hanya menyentuh sektor kelautan dan pertambangan, melainkan masih ada sangkut pautnya dengan dinas yang lain.

Didit mengatakan jika memang ada singgungan antara sektor yang satu dengan sektor yang lainnya. Oleh karena itu dirinya berharap kepada pihak eksekutif jangan memberi angin-angin surga dalam pansus yang seakan akan tidak ada masalah.

"Setelah kita lihat ada banyak problem juga, ada yang bersinggungan dengan kepentingan perhubungan, ada yang bersinggungan dengan PLN, dan ada juga yang bersinggungan dengan pihak pariwisata. Jadi cukup kompleks masalah ini, jadi pihak eksekutif jangan memberi angin-angin surga yang seakan-akan tidak ada masalah," ujar Didit, Kamis (21/3) saat ditemui usai rapat.

Ia menginginkan jika perda ini selesai, perda ini mampu mengurangi permasalahan-permasalahan yang selama ini terjadi.

Didit menambahkan jika dirinya juga dibuat kaget tentang KEK yang ada di kawasan Tanjung Gunung. Informasi yang ia dapatkan dari provinsi jika dikeluarkan izin KEK, akan ada eksploitasi pertambangan selama tiga tahun.

"Loh ini bingung juga kita, setelah kita cek di sana itu bukan hanya kawasan timah tapi juga ada saudara-saudara kita yang melakukan pertambangan TI apung, pertanyaannya ini bisa diselesaikan tidak ? Yang saya takut jangan sampai KEKnya dikeluarkan tapi kita ga selesai-selesai menyelesaikan masalah. Jadi jangan kita hanya sibuk mengejar tapi tidak mampu menyelesaikan masalah yang akan terjadi."

Namun Didit bersyukur jika dari rapat kali ini dirinya mendapatkan informasi-informasi yang akurat dari masing-masing kabupaten yang ada di Bangka Belitung. Sehingga untuk rapat minggu depan akan mendengarkan paparan dari sektor kelautan dan sektor perhubungan.

Sehingga akan ditemukan keselarasan antara kepentingan provinsi, dan kepentingan kabupaten, dan menjadi kepentingan bersama masyarakat Bangka Belitung.

(Bangkapos/Muhammad Rizki/R1)

)

Penulis: Maggang (mg)
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved