TERUNGKAP Pilot Lion Air JT610 Jakarta-Pangkalpinang Lakukan Hal Ini 9 Menit Sebelum Pesawat Jatuh

Hal tersebut terungkap dalam percakapan terakhir pilot dan kopilot JT 610 PK-LQP.

TERUNGKAP Pilot Lion Air JT610 Jakarta-Pangkalpinang Lakukan Hal Ini 9 Menit Sebelum Pesawat Jatuh
Istimewa
Pray For Lion Air 

Dia disebut berada di dalam kokpit dan membantu menyelesaikan masalah flight control yang muncul ketika penerbangan.

Keberadaan pilot lain ini pertama kali diungkap oleh Bloomberg.

Preliminary report yang diterbitkan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sebelumnya tidak menyebutkan soal pilot lain ini.

Reuters sendiri tidak memiliki rekaman maupun transkrip dari isi CVR.

Reuters telah meminta konfirmasi dari Lion Air, Boeing, hingga KNKT.

Juru bicara Lion Air mengatakan semua data dan informasi telah diberikan kepada pihak yang menyelidiki serta menolak berkomentar lebih lanjut.

Boeing menolak berkomentar kepada Reuters karena investigasi sedang berjalan.

Pekan lalu, Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan laporan investigasi bisa dirilis pada bulan Juli atau Agustus.

Pada hari Rabu (20/3/2019) ini, dia menolak berkomentar soal isi CVR dan mengatakan bahwa isinya belum dipublikasikan.

Pada bulan Januari 2019 lalu, CVR Lion Air PK-LQP berhasil ditemukan.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) pun kemudian menerbitkan laporan awal mengenai musibah tersebut berdasarkan rekaman Flight Data Recorder (FDR).

Dalam laporan KNKT pada November 2018, pilot memegang kontrol sementara kopilot bertanggungjawab atas radio.

Setelah 2 menit terbang, kopilot melaporkan ada 'flight control problem' ke ATC dan pilot berniat menjaga ketinggian pada 5.000 kaki.

Dalam laporan KNKT, masalah yang dilaporkan kopilot itu tidak disebutkan spesifik.

Tetapi, sumber pertama Reuters mengatakan 'airspeed' disebutkan di CVR sementara sumber kedua mengatakan ada masalah yang muncul di indicator display pilot, tapi tidak muncul di display kopilot.

Kasus sama dengan Ethiopian Airlines

Pesawat Ethiopian Airlines jenis Boeing 737 MAX 8 yang membawa 157 penumpang dan awak yang

jatuh saat mengudara ke Nairobi, Kenya pada Minggu (11/3) waktu setempat disebut-sebut mirip dengan jatuhnya Lion Air PK-LQP.

"Itu adalah kasus yang sama dengan yang terjadi di Indonesia (Lion Air). Ada kesamaan yang jelas

antara dua kecelakaan sejauh ini," kata juru bicara Kementerian Transportasi Ethiopia, Muse Yiheyis, seperti dilansir Reuters.

Penyelidik sedang mencoba untuk menentukan mengapa pesawat jatuh ke sebuah lapangan tak

lama setelah lepas landas dari Addis Ababa, mencari kemungkinan kesamaan dengan

kecelakaan Lion Air yang terjadi pada Oktober 2018 lalu di mana menyebabkan 189 orang tewas.

"Data berhasil dipulihkan. Baik tim Amerika dan tim kami (Ethiopia) mengesahkannya. Menteri

berterima kasih kepada pemerintah Prancis. Kami akan memberi tahu Anda lebih banyak setelah tiga atau empat hari," kata Muse Yiheyis kepada Reuters.



Editor: Alza Munzi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved