Pilpres 2019

Kesibukan Jelang Pencoblosan, 161 PPK dan PPS se-Pangkalpinang Giliran Ikuti Bimtek

Sibuk-sibuk Komisi Pemilihan Umum (KPU) selaku penyelenggara menjelang pencoblosan Pemilu 2019 yang jatuh pada 17 April 2019 mendatang semakin terliha

Kesibukan Jelang Pencoblosan, 161 PPK dan PPS se-Pangkalpinang Giliran Ikuti Bimtek
(BANGKA POS / DEDY Q)
Sampai Malam- Para PPK dan PPS dari sejumlah kecamatan di Pangkalpinang mengikuti bimbingan teknis pemungutan, pengitungan, dan rekapitulasi hasil penghitungan suara yang digelar KPU Pangkalpinang di Sahid Hotel, Jumat (22/3/2019). Bimtek yang telah dugelar sejak Kamis (21/3/2019) kemarin ini akan berlangsung hingga Sabtu (23/3/2019). Pemilu 2019 kali ini dianggap sebagai Pemilu terumit yang pernah digelar bahkan terunik di dunia. 

BANGKAPOS.COM--Sibuk-sibuk Komisi Pemilihan Umum (KPU) selaku penyelenggara menjelang pencoblosan Pemilu 2019 yang jatuh pada 17 April 2019 mendatang semakin terlihat.

Di Pangkalpinang misalnya, sebanyak 161 anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan satu orang Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) per kecamatan di Pangkalpinang bergiliran mengikuti bimbingan teknis (bimtek) pemungutan, pengitungan, dan rekapitulasi hasil penghitungan suara yang digelar KPU Pangkalpinang sejak Kamis (21/3/2019) kemarin.

Bimtek yang digelar di Sahid Hotel ini akan berlangsung hingga Sabtu (23/12/2019).

Kegiatan ini merupakan satu dari serentetan agenda KPU lainnya jelang pencoblosan, seperti menyiapkan surat dan kotak suara, hingga sosialisasi ke kaum marjinal guna meningkatkan partisipasi pemilih terus dilakukan sesuai tahapannya masing-masing.

Komisioner Divisi Teknis KPU Pangkalpinang Yusmayadi mengatakan, para PPK dan PPS perlu terus diberikan pemahaman yang lengkap mengenai teknis pemungutan suara, apa yang dikerjakan oleh PPS, sah atau tidaknya suara, logistik, hingga teknis rekapitulasi suara di tingkat kecamatan. Setelah itu, mereka akan melanjutkan bimtek serupa secara berjenjang kepada KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara).

"Kami ingin mengingatkan, karena ini Pemilu serentak, berbeda dengan pemilu sebelumnya, ada lima kotak, dan ada lima jenis surat suara yang harus benar-benar diolah dan diperlakukan sesuai dengan aturan yang ada," kata Yusmayadi ditemui di Sahid Hotel, Jumat (22/3/2019).

Yusmayadi misalnya, mengingatkan bahwa ada proses pleno rekapitulasi penghitungan suara di tingkat PPK yang cukup memakan waktu, yakni 10 hari setelah dilakukan penghitungan di tingkat PPS. Ini adalah satu di antara perbedaan dibanding Pemilu sebelumnya, selain lebih banyaknya dan ukuran TPS, jumlah kotak suara, jumlah pemilih, dan banyaknya surat suara yang harus dihitung.

Dia bahkan menyebut Pemilu 2019 kali ini akan memerlukan waktu dan ritme yang jauh lebih sibuk dibanding Pemilu sebelumnya.

"Ini lima kotak, lima surat suara, memang menyita waktu dan perlu perhatian khusus sehingga Bimtek per sesi perlu dilakukan dari pagi hingga malam," kata Yusmayadi.

Terkait pemahaman pemilih mengenai ruwetnya Pemilu kali ini, Yusmayadi menambahkan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi sejak 2017 lalu. Saat ini pihaknya tinggal melakukan pemantapan-pemantapan mengenai Pemilu 2019.

"Bahwasanya ini Pemilu yang berbeda dibanding Pemilu sebelumnya, ini Pemilu terumit bisa dikatakan seperti itu, terunik karena satu-satunya di dunia, pemilhan legislator dan presiden," kata dia.

Selain telah membentuk para relawan demokrasi yang melakukan sosialisasi setiap hari, KPU juga membuka saluran melalui facebook, websites, dan instagram relawan demokrasi dan grup-grup Whats App. Di sana para pemilih atau warga dapat mengetahui bagaimana teknis pencoblosan nanti.

"Kami sudah membuat video bagaimana teknis suara sah dan tidak sah serta pencoblosannya, itu sudah kami share semua," kata dia.

(BANGKAPOS.COM / dedyqurniawan)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved