Berita Pangkalpinang

Besok Hari TBC Sedunia, Simak Penjelasn Dokter Terkait Penyakit Menular Ini

TBC di Indonesia cukup banyak, sehingga pada saat ini Indonesia menduduki peringkat ke tiga dalam jumlah penderita TBC.

Besok Hari TBC Sedunia, Simak Penjelasn Dokter Terkait Penyakit Menular Ini
Bangkapos/Muhammad Rizki
Dokter Adi Rosadi Sp.P, Dokter Spesialis Paru-paru RSUD Depati Hamzah 

BANGKAPOS.COM  - Hari TBC sedunia setiap tahun rutin diperingati pada 24 Maret 2019, sebelumnya menurut Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Bangka Belitung Hendri, jika TBC menjadi prioritas nasional.

Hal ini dikarenakan di dunia data TBC di Indonesia cukup banyak, sehingga pada saat ini Indonesia menduduki peringkat ke tiga dalam jumlah penderita TBC.

Dokter Spesialis paru-paru Rumah Sakit Umum Daerah Depati Hamzah Adi Rosadi mengatakan jika penyakit TBC ini adalah penyakit yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium Tuberculosis. Kuman Mycobacterium Tuberculosis ini terbagi menjadi dua ada infeksi Mycobacterium Tuberculosis, dan sakit Mycobacterium Tuberculosis.

infeksi Mycobacterium Tuberculosis ini adalah posisi dimana kuman penyebab TBC ini sudah masuk ke tubuh seseorang, namun seseorang tersebut tidak sakit, atau dikenal juga dengan istilah TBC laten.

Namun jika kuman tersebut masuk ke dalam tubuh seseorang, kemudian orang tersebut sakit. Maka itulah yang disebut sebagai penderita TBC. Sedangkan untuk penyakit TBC sendiri juga terbagi menjadi dua, TBC paru-paru dan TBC ekstra paru-paru.

Adi menjelaskan jika 85 persen penyakit TBC ini mengenai paru-paru, sedangkan sisanya 15 persen mengenai organ diluar paru-paru, organ luar paru ini bisa berupa kelenjar, tulang, kulit, ginjal, dan selaput paru-paru. Inilah yang dinamakan TBC ekstra paru-paru.

Adi menambahkan jika penyakit TBC ini adalah jenis penyakit yang sangat menular, dan ada dua organ tubuh yang dapat menyebabkan TBC tersebut menular yang pertama adalah TBC paru-paru yang kedua adalah TBC pita suara.

"Jadi apabila seseorang terkena TBC paru-paru atau TBC pita suara, akan sangat menular." Ujar Adi, Jumat (22/3) saat ditemui dikediamannya.

Penularan tersebut dikarenakan percikan dahak yang dikeluarkan oleh penderita pada saat dia batuk, bersin, bahkan pada saat si penderita berbicara. Ukuran percikan dahak adalah 2-5 micron, yang mana di dalam percikan tersebut terdapat kuman penyebab TBC.

Apabila kuman tersebut terhirup orang lain yang sehat, maka orang lain yang sehat tersebut akan terinfeksi oleh kuman TBC.

Halaman
123
Penulis: Maggang (mg)
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved