Ingin Sukses di Abad 21, Ini Skill yang Harus Dimiliki Mahasiswa

Perkembangan teknologi yang begitu cepat membuat tuntutan zaman pun turut berubah. Hingga mau tak mau, pengajaran terhadap calon SDM

Ingin Sukses di Abad 21, Ini Skill yang Harus Dimiliki Mahasiswa
Bangka Pos
Wisuda mahasiswa 

BANGKAPOS.COM – Perkembangan teknologi yang begitu cepat membuat tuntutan zaman pun turut berubah. Hingga mau tak mau, pengajaran terhadap calon SDM, khususnya mahasiswa ikut berubah.

“Untuk sukses di abad 21 diperlukan keterampilan abad ke-21,” ujar Rektor Binus Bandung, Andreas Chang kepada Kompas.com di Paskal 23 Bandung, Jumat (22/3/2019).

Andreas menjelaskan, Forum Ekonomi Dunia memaparkan beberapa keterampilan (skills) yang sangat diperlukan mahasiswa pada 2020.

Skills tersebut di antaranya keterampilan memecahkan masalah yang kompleks, berpikir kritis, kreativitas, mengelola modal insani, berkoordinasi, dan sebagainya.

Karena itulah, mau tidak mau, kampus sebagai pencipta SDM harus memenuhi kebutuhan tersebut.

Caranya dengan membangun ekosistem creative technology dan entrepreneurship yang mendorong pertumbuhan industri kreatif berbasiskan teknologi di Indonesia.

“Kami menggabungkan sistem perkuliahan di Bandung dua tahun pertama, kemudian satu tahun di Jakarta atau Malang, magang di perusahaan, riset, hingga study abroad ke luar negeri,” ungkapnya.

Salah satu bidang yang membutuhkan SDM banyak saat ini adalah big data. Sharing Vision melansir data, Indonesia mengalami defisit SDM big data, terutama untuk bidang data saintis.

Kebutuhan Indonesia saat ini mencapai 5.000 orang, namun baru terpenuhi 50 persennya. Jumlah tersebut akan terus meningkat seiring dengan kebutuhan di perusahaan yang terus naik.

Adapun beberapa bidang yang dibutuhkan dalam data saintis big data adalah matematika, statistik, dan programming.

Head of Informatics Development Binus Bandung, Michael Yosep Ricky mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan industri, ada perubahan kurikulum setiap tahunnya.

Hal ini dilakukan untuk mengurangi gap antara kampus dan industri. Misalnya kebutuhan big data ataupun SDM yang memiliki kemampuan internet of things (IOT).

“Itu tantangan buat kami,” pungkasnya. (*)


Editor: Herru W
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved