Berita Pangkalpinang

BAN SM Akan Nilai Kelayakan 230 Sekolah Se-Babel

Sebanyak 230 sekolah/madrasah di Bangka belitung akan dilakukan akreditasi di tahun 2019.

BAN SM Akan Nilai Kelayakan 230 Sekolah Se-Babel
Bangkapos/irakurniati
Sosialisasi akreditasi sekolah/madrasah di ruang pertemuan dinas pendidikan Kota Pangkalpinang, Senin (25/3/2019) 

BANGKAPOS.COM - Sebanyak 230 sekolah/madrasah di Bangka belitung akan dilakukan akreditasi ditahun 2019. Pengakreditasian dilakukan oleh Badan Akreditasi Sekolah/Madrasah (BAN S/M) Provinsi Bangka belitung.

Akreditasi merupakan penilaian satuan pendidikan untuk melihat kelayakan sekolah, mulai dari akreditasi A, B, C dan tidak terakreditasi.

Akreditasi ini berlaku selama lima tahun. Setelah habis masanya, akan kembali dilakukan re-akreditasi untuk mempertahankan status, atau meningkatkan bahkan bisa saja menurunkan.

Kepala dinas BAN S/M Provinsi Bangka belitung, Wahyudi Himawan, menuturkan, pihaknya saat ini sedang melakukan sosialisasi kepada sekolah calon akreditasi di Pangkalpinang, sebagai wilayah pertama dilakukan sosialisasi tahun 2019, yang dihadiri oleh kepala sekolah dan operator.

Dia menuturkan, sekolah-sekolah ini diberikan sosialisasi untuk kelayakan yang akan diaudit oleh assesor.

"Sebelum nya kita sudah lakukan rapat koordinasi dengan KPA (koordinator pelaksana akreditasi) untuk menentukan sekolah sasaran akreditasi. Belum tentu mereka bisa diakreditasi semua. Ada yang layak atau tidak." kata Wahyudi, Senin (25/3/2019).

Wahyudi menyebutkan, sekolah yang memenuhi kelayakan untuk diakreditasi akan dilakukan proses audit untuk divisitasi. Namun bila tidak memenuhi standar akan direkomendasikan ke dinas pendidikan atau kementerian agama untuk pembinaan peningkatan kelayakan tersebut.

Bisa jadi, menurutnya ada sekolah yang tidak atau belum diberikan penilaian kelayakan. Standar penilaian layaknya sebuah sekolah diberikan akreditasi, di antaranya memiliki izin operasional, adanya siswa dan memiliki lahan sendiri.

Mempunyai NPSN (nomor pokok sekolah nasional), memiliki guru dan tenaga pendidik dan sarana prasarana minimal terpenuhi 61 persen. Namun menurut Wahyudi, standar tersebut dapat dicapai secara berangsur, sebab menurutnya mencapai standar akreditasi dibutuhkan persiapan secara bertahap, tetapi tepat waktu sehingga prosesnya tidak memakan waktu lama.

Lanjutnya, akreditasi sebuah sekolah sangatlah penting sebagai indikator pencapaian pembangunan dibidang pendidikan.

Halaman
12
Penulis: Ira Kurniati
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved