Info Kesehatan

Waspada, Tidak Hanya Orang Dewasa, Ternyata Gagal Ginjal Juga Bisa Diderita Anak-anak

Penyakit gagal ginjal tak hanya menyerang orang dewasa, namun juga anak-anak. Salah satunya VHN (14), seorang anak yang tengah berjuang

Waspada, Tidak Hanya Orang Dewasa, Ternyata Gagal Ginjal Juga Bisa Diderita Anak-anak
Tribun Bali
Ilustrasi penyakit ginjal 

BANGKAPOS.COM - Penyakit gagal ginjal tak hanya menyerang orang dewasa, namun juga anak-anak. Salah satunya VHN (14), seorang anak yang tengah berjuang melawan penyakit gagal ginjal.

VHN terkena gagal ginjal saat usianya tujuh tahun. Padahal, sebelumnya dia dalam keadaan baik dan tidak menunjukkan suatu gejala penyakit gagal ginjal.

Hal tersebut diinformasikan Kementerian Kesehatan ( Kemenkes) pada melalui situsnya, Kemkes.go.id.

Dalam informasi yang ada, dr Eka Laksmi Hidayati, Sp A (K) mengatakan, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mencatat, dari 14 rumah sakit pendidikan pada 2017, terdapat sebanyak 212 anak mengalami gagal ginjal serta harus menjalani terapi penderita dan pengganti ginjal.
Untuk diketahui, gagal ginjal merupakan kelainan yang mengenai organ ginjal, di mana muncul karena berbagai faktor, seperti infeksi, tumor, kelainan bawaan, penyakit metabolik atau degeneratif.

Penyakit ginjal kronis timbul secara perlahan dan sifatnya menahun. Penyakit ginjal kronis pada balita paling sering disebabkan kelainan bawaan.

Adapun kelainan bawaan tersebut seperti kelainan atau kekurangan dalam pembentukan jaringan ginjal, disertai sumbatan atau tanpa sumbatan.

Sementara penyakit gagal ginjal kronis pada anak usia lima tahun ke atas, sering disebabkan karena penyakit yang diturunkan atau penyakit didapat (misal penyakit ginjal polikistik atau glomerulonefritis kronis).

Risiko terjadinya penyakit gagal ginjal kronis dapat meningkat pada beberapa kondisi, seperti riwayat keluarga dengan penyakit ginjal genetik atau polikistik, bayi lahir prematur, anak dengan riwayat gagal ginjal akut, dan kelainan bawaan ginjal.

Tak hanya itu, infeksi saluran kemih, riwayat menderita sindrom nefrotik atau sindrom nefritis akut atau sindrom hemolitik uremik riwayat menderita penyakit sistemik (kencing manis, lupus, Henoch Schoenlein purpura, dan riwayat darah tinggi juga dapat meningkatkan risiko terkena penyakit gagal ginjal kronis.

Eka mengatakan, jenis gangguan ginjal secara umum berdasarkan terjadinya penyakit ada dua hal.

"Pertama, penyakit ginjal akut (penyakit ginjal timbul yang mendadak dan waktunya singkat). Kedua, penyakit ginjal kronis yang pada umumnya menetap selama lebih dari 3 bulan (tetapi banyak juga penyakit ginjal kronis yang akan dialami seumur hidup)," kata Eka dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.

Halaman
12
Editor: Herru W
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved