Berita Pangkalpinang

BPOM Belum Temukan Pangan Berbahaya di Lingkungannya Sekolah

Pengawasan yang dilakukan pihaknya, tidak hanya di kantin sekolah, melainkan juga pedagang di lingkungan sekolah

BPOM Belum Temukan Pangan Berbahaya di Lingkungannya Sekolah
Bangka Pos/Krisyanidayati.
Kepala BPOM Pangkalpinang Pangkalpinang, Hermanto. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pangkalpinang, Hermanto mengatakan dalam pemantauan dan sampling yang dilakukan pihaknya belum ditemukan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) yang mengandung bahan berbahaya.

Pengawasan yang dilakukan pihaknya, tidak hanya di kantin sekolah, melainkan juga pedagang di lingkungan sekolah. Hal ini untuk mengantisipasi PJAS bebas dari bahan berbahaya.

"Hasil pengawasan yang kita lakukan selama ini pengawasan ke sekolah hasilnya sudah bagus, penggunaan barang berbahaya belum ditemukan di PJAS baik di kantin maupun di lingkungan sekolah," katanya di sela-sela kegiatan forum advokasi lintas sektor kegiatan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, di Hotel Santika, Selasa (26/3/2019).

Kendati makan, dirinya menyebutkan yang perlu diperhatikan ialah higiene sanitasi dalam proses pembuatan dan penyajian sampai dikonsumsi dalam keadaan sehat, jangan sampai digunakan dari bahan yang berbahaya.

Disinggung soal jajanan di luar pekarangan sekolah, ia menyebutkan hal ini tergantung kebijakan sekolah. Pasalnya, siswa selain mengkonsumsi pangan di kantin sekolah juga mengkonsumsi pangan di luar sekolah.

"Kami dari BPOM dan dinas terkait melakukan edukasi, penjual pangan di luar lingkungan sekolah akan diberikan pembinaan, agar pangan ini betul-betul aman dan layak," ujar Hermanto.

Ia menyebutkan, melalui lab keliling ini dilakukan sampling, edukasi, dan pembinaan. Harapannya ini mereka bisa mengikuti itu.

"Secara rutin tiap minggu turun ke sekolah, sarana produksi. Penataan pedagang jajanan sudah melaksanakn pembinaan dngan memeberdayakan mobil laboratorium keliling, kami juga menguji makanaan yang ada di luar sekoalh. Kalau ditemukan positif bahan berbahaya kita beri tahu, yang baik juga kita kasih tau hasilnya," tambahnya.

Dikatakannya, melalui laboratorium keliling pihaknya melakukan sampling pengujian makanan yang ada di kantin maupun di luar sekolah.

"Kita uji untuk bahan berbahaya seperti formalin, boraks, metanil yellow, rhodamin B, kita uji dengan rapid tes kid. Harapan kita tidak ditemukan. Kalau ditemukan dilakukan intervensi, edukasi supaya ini jangan digunakan lagi," katanya.

Pengawasan dilakukan secara bersama, bekerjasama dengan dinas kesehatan melalui Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan Puskesmas.

"Kita juga ada mobil lab keliling, edukasi dan tahun lalu ada pengkaderan siswa kader pangan kelas 4 dan 5 berikan bimbingan teknis mereka memberikan informasi ke teman-teman sebaya," katanya.

(BANGKAPOS.COM/Krisyanidayati)

Penulis: krisyanidayati
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved