Nisfu Syakban

Nisfu Sya'ban, Keutamaannya Menurut Ustaz Abdul Somad, dan 3 Amalan yang Dianjurkan

Walaupun hukumnya sunah, puasa ini sering diamalkan umat Islam karena di malam Nisfu Syakban memiliki banyak keistimewaan.

Nisfu Sya'ban, Keutamaannya Menurut Ustaz Abdul Somad, dan 3 Amalan yang Dianjurkan
ISLAMIDIA.COM
Malam Nisfu Syakban 

BANGKAPOS.COM - Nisfu Syakban tak lama lagi tiba. 

Umat muslim disunahkan menjalankan ibadah puasa.

Walaupun hukumnya sunah, puasa ini sering diamalkan umat Islam karena di malam Nisfu Syakban memiliki banyak keistimewaan.

Di antaranya adalah Allah SWT akan mengampuni dosa-dosa hamba-Nya, kecuali orang yang menyekutukan Allah SWT dan yang bertengkar namun saat malam Nisfu Syakban belum juga berdamai.

Ustaz Abdul Somad dalam video ceramahnya mengatakan hadis tentang puasa di siang hari saat Nisfu Syakban adalah daif atau lemah, tetapi boleh saja kita lakukan jika ingin berpuasa.

“Kalau mau, silakan saja, apalagi jika untuk kebaikan bersama, tetapi hadisnya lemah. Hadis puasa di bulan Syakban yang kuat adalah berpuasa di bulan-bulan haram atau mulia, yaitu Zulhijjah, Zulkaidah, Rajab dan Syakban dan Allah akan mengampuni dosa-dosa hamba-Nya di malam Nisfu. Jadi, ini hadisnya umum bulannya, tak khusus dijelaskan harus di saat Nisfu Syakban, tetapi di bulan-bulan haram,” jelas Ustaz Abdul Somad.

Ustaz Abdul Somad dalam balutan pakaian Gayo, di Lapangan Meusara Alun, Takengon, Aceh Tengah, Jumat (9/11/2018).
Ustaz Abdul Somad dalam balutan pakaian Gayo, di Lapangan Meusara Alun, Takengon, Aceh Tengah, Jumat (9/11/2018). (facebook.com/UstadzAbdulSomad)

Kemudian amalan di malam Nisfu Syakban, apakah ada salat sunah Nisfu Syakban? Katanya tak ada.

Di malam itu, kita dianjurkan untuk melakukan amalan sunah apa saja.

“Mau salat sunah, silakan. Salat sunahnya apa saja, terserah,” kata Ustaz Abdul Somad.

Syakban, Gerbang Menyambut Tamu Agung dan Kesuksesan Beribadah Selama Ramadan

Dikutip dari sumber lain, tata cara puasa Nisfu Syakban sama saja dengan puasa-puasa lainnya, yaitu mengucapkan niat di malam sebelumnya, besok subuhnya makan sahur, mulai berpuasa sejak azan subuh dan berbuka saat matahari tenggelam atau magrib.

Adapun niat berpuasanya adalah seperti ini: nawaitu shauma syahri sya’bana sunnatan lillahi ta’ala (sengaja aku berniat puasa sunah bulan Syakban karena Allah Ta’ala).

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved