Berita Pangkalpinang

Pastikan Kemananan Pangan, BPOM Pangkalpinang Bakal Intervensi 152 Sekolah

Di Babel ada 1.247 sekolah kami sampaikan ke BPOM pusat, target yang akan diintervensi tahun ini

Pastikan Kemananan Pangan, BPOM Pangkalpinang Bakal Intervensi 152 Sekolah
Bangka Pos/Krisyanidayati
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pangkalpinang menggelar forum advokasi lintas sektor kegiatan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, di Hotel Santika, Selasa (26/3/2019). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pangkalpinang menggelar forum advokasi lintas sektor kegiatan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, di Hotel Santika, Selasa (26/3/2019).

Kepala BPOM Pangkalpinang,  Hermanto mengatakan tahun ini akan ada 152 sekolah di Babel yang akan diintervensi untuk menciptakan kantin sekolah dan makanan yang dijual di lingkungan sekolah yang aman dan tidak mengandung zat berbahaya.

"Di Babel ada 1.247 sekolah kami sampaikan ke BPOM pusat, target yang akan diintervensi tahun ini ada 152 sekolah di lima kabupaten," kata Hermanto dalam kegiatan ini.

Adapun sebaran sekolah yang akan diintervensi diantara ialah 30 sekolah di Pangkalpinang, di kabupaten Bangka ada 31 sekolah, Bangka Tengah 30 sekolah, Bangka Selatan 30 sekolah dan 31 sekolah di Belitung.

Adapun sebaran jenjang sekolah itu yakni 18 sekolah SMA, 31 sekolah SMP dan 103 sekolah jenjang SD.

"Di dua kabupaten lain di Bangka Barat ada pasar aman dan di Belitung Timur ada pangan aman desa, ini tetap mendapatkan intervensi," katanya.

Hermanto menyebutkan, tahun 2012 lalu ada sekolah penerima sertifikat piagam bintang keamanan pangan kantin sekolah yakni SDN 10 Pangkalpinang, SDN 20 Pangkalpinang, SDN 28 Pangkalpinang , dan 26 Pangkalpinang.

"Dari 152 sekolah yang akan diintervensi tahun ini , akan ada 12 sekolah yang akan kita usahakan bisa dapat piagam bintang ini, kita lakukan intervensi bersama agar nanti sekolah yang kita calonkan bisa berprestasi di tingkat nasional," katanya.

Hermanto menyebutkan, kegiatan advokasi kali ini untuk menyamakan presepsi bersama untuk mewujudkan PJAS yang aman bagi siswa.

"Kita menyamakan presepsi bersama dengan lintas sektoral untuk dukungan program PJAS. Kami dari BPOM enggak bisa sendiri, ini perlu  sinergi melalui kegiatan sekolah sehat, sekolah adiwiyata, sekolah ramah anak, dengan kegiatan terpadu hasil lebih bagus," katanya. (BANGKAPOS.COM/Krisyanidayati)


Penulis: krisyanidayati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved