Sosialisasi 4 Pilar, Bahar Buasan Ajak Masyarakat Maknai Perbedaan Jadi Sebuah Kekuatan

Bahar Buasan menggelar sosialisasi 4 pilar. Bahar Buasan mengajak masyarakat untuk menanggapi sebuah perbedaan menjadi sebuah kekuatan.

Sosialisasi 4 Pilar, Bahar Buasan Ajak Masyarakat Maknai Perbedaan Jadi Sebuah Kekuatan
Bangka Pos
Bahar Buasan menyampaikan makna 4 pilar dihadapan warga Batubetumpang 

BANGKAPOS.COM -- Anggota DPD RI dapil Babel, Bahar Buasan menggelar sosialisasi 4 pilar. Bahar Buasan mengajak masyarakat untuk menanggapi sebuah perbedaan menjadi sebuah kekuatan.

Sebab, menurutnya perbedaan dalam hidup merupakan suatu hal yang lumrah. Untung saja katanya, pendiri bangsa mengenalkan yang namanya 4 pilar yaitu Pancasila, Bhinekka Tunggal Ika, UUD 1945, dan NKRI.

"Empat pilar ini adalah sebuah kekuatan bagi Bangsa Indonesia. Karena tanpa 4 pilar, kita akan terkotak-kotak. Coba bayangkan bapak ibu bila tidak ada namanya NKRI, bisa-bisa kalau kita ke Jakarta atau ke Aceh harus buat paspor dulu," ujar Bahar Buasan di Desa Batu Betumpang, Pulau Besar, Bangka Selatan.

Pada pemaparannya, Bahar mengatakan, perbedaan bisa dipersatukan dengan semboyan Bhinneka tunggal Ika. Indonesia memiliki kekuatan yang tak dimiliki bangsa-bangsa lain.

"Kalau semua kita sama, itu yang bermasalah. Karena semua monoton tanpa ada perbedaan yang menyebabkan kita sulit untuk mengenali satu dengan lainnya," ujar Bahar.

"Coba Kalau Tuhan ciptakan kita sama semua, kita bisa salah bawa bini orang," lanjutnya disambut tepuk tangan riuh warga yang hadir.

Pada kenyataannya, kata Senator kelahiran Pangkalpinang itu, masyarakat masih sering membeda-bedakan antar ras maupun suku bangsa, yang menurutnya hal itu tidak boleh terjadi di Indonesia.

"Namun sering kali perbedaan ini menjadi kelemahan kita, ada yang bilang itu agamanya beda, sukunya beda. Tapi kali ini perbedaan harus menjadi kekuatan kita. Kita boleh berbeda-beda tapi tetap satu," kata Senator kelahiran Pangkalpinang itu.

Oleh karena itu, Bahar Buasan mengajak masyarakat untuk menjadikan perbedaan yang ada menjadi sebuah sarana untuk saling melengkapi.

"Jadi jangan sampai perbedaan kita menjadi sebuah perpecahan. Karena kita butuh perbedaan itu untuk saling melengkapi dan saling membutuhkan," pungkas Bahar.

Penulis: ibnu Taufik juwariyanto
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved