Berita Belitung

Harga Tiket Pesawat Mahal saat Cheng Beng, Chandra Irawan Pasrah dan Tetap Pulang ke Belitung

Momen Cheng Beng atau ziarah kubur selalu diperingati etnis Tionghoa untuk kembali ke kampung halaman, mengunjungi makam orang tua atau pun leluhur.

Harga Tiket Pesawat Mahal saat Cheng Beng, Chandra Irawan Pasrah dan Tetap Pulang ke Belitung
Pos Belitung/Adelina Nurmalitasari
Chandra Irawan saat ditemui, Sabtu (23/3/2019). 

BANGKAPOS.COM   - Momen Cheng Beng atau ziarah kubur selalu diperingati etnis Tionghoa untuk kembali ke kampung halaman, mengunjungi makam orang tua atau pun leluhur.

Meski berasal dari luar daerah hingga luar negeri, kebanyakan tetap memilih pulang untuk bersembahyang.

Menghormati orang-orang yang dikasihi meski telah tiada, itulah yang membuat Chandra Irawan rutin ke Belitung setiap tahunnya.

Meskipun puluhan tahun tinggal di Jakarta, ia bahkan nyaris tak pernah tak pulang saat momen Cheng Beng. Pria tersebut melakukan ritual tahunan tersebut untuk menghormati mendiang orang tua, kakek-nenek, dan keponakannya di pemakaman umum warga Tionghoa Pilang, Desa Dukong, Tanjungpandan.

"Melalui Cheng Beng sebagai wujud menghormati orang tua, walaupun orang tua sudah tidak ada, tapi tetap harus dihormati. Kalau saat Cheng Beng gak pulang berarti orang itu tidak menghormati orang tua," ujarnya, Sabtu (23/3/2019) lalu.

Tak hanya sendiri, dari Jakarta ia pun memboyong serta saudara-saudaranya. Sekali pulang selama momen Cheng Beng, ia pun bisa menetap selama 7-10 hari.

Selain melaksanakan ritual sembahyang kubur, Chandra juga selalu menyempatkan berlibur ke berbagai destinasi wisata di Pulau Belitung. Seperti ke Pantai Tanjung Tinggi hingga ke berbagai destinasi di Belitung Timur.

Musim Cheng Beng tahun ini yang diwarnai tiket pesawat yang tinggi memang dikeluhkannya. Bahkan beberapa rekannya pun menyebut, ketika liburan akan memilih Singapura ketimbang Belitung karena harga tiket yang tinggi. Ia pun mengakui dibandingkan tahun lalu, tiket tahun ini memang lebih tinggi.

"Kalau saya mau gimana lagi, akhirnya tetap pasrah dengan tiket segitu karena tetap harus pulang," kata dia.

Kenaikan jumlah penumpang maskapai saat musim Cheng Beng dibenarkan Branch Manager Garuda Indonesia Tanjungpandan Hasan Basri. Mulai pekan ini, penerbangan dari Jakarta-Tanjungpandan memang selalu penuh. Begitu pula arus penerbangan balik ke Jakarta.

"Terus dari Jakarta pesawat reservasi penuh hingga 1 April, baik penerbangan Jakarta-Tanjungpandan maupun Tanjungpandan-Jakarta. Artinya memang ada peningkatan," jelasnya.

Meski terjadi peningkatan jumlah penumpang, sampai saat ini pihak maskapai Garuda Indonesia masih memberlakukan jadwal penerbangan normal ke Jakarta yakni dua kali sehari. Hasan pun menjelaskan bahwa tidak ada rencana penambahan jadwal penerbangan ataupun penggantian pesawat yang lebih besar.

"Extra flight belum ada karena masih cukup menampung (penumpang, red)," imbuhnya.

(Pos Belitung/Adelina Nurmalitasari)

Penulis: Adelina Nurmalitasari
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved