Bambang Patijaya Sharing soal BPJS Kesehatan dengan Milenial Belitung

Bambang Patijaya (BPJ) berbagi kisah alias sharing seputar pelayanan BPJS Kesehatan kepada kaum milenial dan masyarakat di Kecamatan Membalong.

Bambang Patijaya Sharing soal BPJS Kesehatan dengan Milenial Belitung
Istimewa
Tokoh pemuda Babel Bambang Patijaya (BPJ) berbagi kisah alias sharing seputar pelayanan BPJS Kesehatan kepada kaum milenial dan masyarakat di Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung (Babel). 

BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Tokoh pemuda Babel Bambang Patijaya (BPJ) berbagi kisah alias sharing seputar pelayanan BPJS Kesehatan kepada kaum milenial dan masyarakat di Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung (Babel).

Sharing dan dialogis santai ini, bertujuan memberikan pengetahuan terhadap layanan kesehatan BPJS, sekaligus perkenalan, menjalin pertemanan, dan silaturahmi antara Bambang Patijaya dengan masyarakat Belitung.

"Tadi temu dialogis bersama generasi milenial dan masyarakat Belitung, saya sharing berbagi informasi mengenai layanan BPJS kepada mereka," ujarnya di Belitung, Rabu (27/3/2019) malam.

Karena apa, lanjut dia negara sudah memberikan tanggung jawab terhadap masyarakat terkait kesehatan yaitu melalui program BPJS Kesehatan.

Berbicara BPJS, kata Bambang masih banyak keluhan-keluhan masyarakat didapati, terutama pada pelayanan penanganan pasien BPJS yang dianggap belum maksimal.

"Seharusnya layanan BPJS mempermudah masyarakat untuk berobat. Karena apa kasihan pasien mau berobat harus antri lama, dan sistemnya yang berbelit-belit," kata Caleg DPR RI dapil Babel partai Golkar dengan nomor urut 3 tersebut.

Maka dari itu lanjut dia, sistem pelayanan BPJS ke depannya harus dibenahi, sehingga masyarakat tidak harus menunggu antrian panjang saat berobat.

"Saya sampaikan BPJS kesehatan itu bagus membantu masyarakat, cuma permasalahannya pelayanan saja, yang mana antriannya itu lama," ia menuturkan.

Saya pikir sistem layanan BPJS Kesehatan segera harus diperbaiki, sehingga dapat berjalan baik dan benar.

Diketahui berdasarkan audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) hingga akhir 2018, BPJS mengalami defisit mencapai sekitar Rp 12 triliun.

Halaman
12
Editor: fitriadi
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved