Prostitusi Online

PROSTITUSI ONLINE : Praktik Prostitusi di Pulau Bangka Sudah Ada Sejak Zaman Hindia Belanda

Praktik pelacuran sudah berlangsung di Pulau Bangka sejak masa Hindia Belanda. Pada dasarnya kebutuhan dan situasi pada saat itu

PROSTITUSI ONLINE : Praktik Prostitusi di Pulau Bangka Sudah Ada Sejak Zaman Hindia Belanda
via kompas.com
seks ilustrasi 

Wawancara Eksklusif Budayawan tentang Prostitusi

Praktik Prostitusi Sejak Zaman Hindia Belanda

 

BANGKAPOS.COM , BANGKA - SEJARAWAN dan Budayawan Bangka belitung, Akhmad Elvian angkat bicara tentang aktivitas prostitusi di Pulau Bangka.

Menurutnya, prostitusi sudah berlangsung sejak masa Hindia Belanda, tepatnya di pertengahan abad ke-19.

Berikut penuturan Akhmad Elvian saat ditemui Wartawan Bangka Pos, Ira Kurniati, Jumat (29/3):

Sejak kapan praktik prostitusi ada di Pulau Bangka?

Praktik pelacuran sudah berlangsung di Pulau Bangka sejak masa Hindia Belanda. Pada dasarnya kebutuhan dan situasi pada saat itu yang mana pertengahan abad ke 19 jumlah laki‑laki di Bangka lebih banyak dibandingkan perempuan. Sehingga mereka harus mendatangkan perempuan untuk memuaskan kepuasan seksual.

PROSTITUSI ONLINE : Abang Boleh Sentuh Saat Karaoke, Kalau Mau Lebih Pindah Lokasi,Cerita Ajakan PSK

PROSTITUSI ONLINE : Main di Kosan Lebih Aman Bang, Orang di Sini Tak Ganggu, Curhat Pekerja Seks

Berdasarkan catatan dari Franss Epp yang berkunjung ke Bangka pada tahun 1836, ada banyak perempuan‑perempuan yang dipekerjakan sebagai penghibur atau pelacur. Perempuan‑perempuan sebagai pelacur ini didatangkan dari Jepang dan pulau Jawa. Pelacur Jepang dijuluki Karayukisan yang dijadikan sebagai pemuas nafsu para pria berkulit putih atau orang eropa. Sedangkan pelacur dari Pulau Jawa yang didatangkan ke Bangka dijuluki sebutan kinet. Kinet diperuntukkan melayani nafsu birahi para kuli tambang timah yang pada umumnya adalah orang‑orang dari China.

Zaman Hindia Belanda lokasi tambang timah pada umumnya terdapat lokalisasi yang menawarkan perempuan sebagai pemuas nafsu birahi pekerja nya. Pemerintah belanda pun pada saat itu sampai membentuk sebuah rumah candu, rumah judi, tempat pelacuran yang dilegalkan sebagai bisnis hingga menghasilkan puluhan ribu gulden untuk pajak pemerintah Belanda.

Halaman
1234
Editor: ediyusmanto
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved