Remaja Ini Nyaris Kehilangan Nyawa dan Penglihatannya Gara-gara Terlalu Lama Menatap Layar Ponsel

Layaknya narkoba, ponsel telah menjelma menjadi benda yang cukup adiktif di kalangan remaja...

Remaja Ini Nyaris Kehilangan Nyawa dan Penglihatannya Gara-gara Terlalu Lama Menatap Layar Ponsel
www.bgr.in
Terlalu lama menatap layar picu penyakit jantung pada anak 

BANGKAPOS.COM - Layaknya narkoba, ponsel telah menjelma menjadi benda yang cukup adiktif di kalangan remaja.

Maka tak heran jika sekarang ini kita lebih sering melihat anak-anak remaja, lebih sibuk dengan ponselnya daripada melakukan hal lainnya.

Padahal, hal itu sebenarnya berbahaya bagi kesehatan karena sinar biru yang dipancarkan dari layar ponsel bisa memengaruhi kesehatan mata.

Selain itu, Anda juga bisa saja terkena kecelakaan yang berujung fatal, sama dengan yang dialami oleh remaja ini.

Seperti dikutip dari mStar pada Rabu (3/4/2019), seorang remaja berusia 15 tahun nyaris kehilangan pengelihatannya karena terlalu lama menatap layar ponselnya.

Pria bernama Jay Watson dari Brisbane Australia ini sedang memegang ponsel iPhone 6 miliknya pada malam Minggu (29/3).

Kemudian, batre ponselnya meledak dan membuat percikan di wajahnya.

Ledakan tersebut telah membuat rambutnya terkenan ledakan, dan asam dari baterai memercik di dadanya.

 

"Pada waktu itu, aku sedang menatap layar ponselku," katanya.

"Kemudian, secara tidak sengaja, ponsel tersebut meledak dan membuat suara yang pada akhirnya menciptakan nyala api,"kata Watson kepada 7News.

Kemudian, dia dilarikan ke rumah sakit, setelah ibunya mendengar suara tangisan, dan kemudian menelpon ambulans.

Setelah dilarikan kerumah sakit, Watson mendapatkan perawatan.

Dokter mengatakan bahwa Watson beruntung karena asam tersebut tidak terpapar ke bagian lain.

"Asam terpapar ke dada dan kemudian mungkin bisa membuatnya kehilangan penglihatan jika percikan asam terpapar ke matanya," kata ibu Watson, Kari Lashbrook kepada 9 News.

Produsen dan otoritas telepon telah memperingatkan ganguan baterai ion lithium karena sifat komponennya yang tidak pasti.

Pada 2016, Samsung sempat menghentikan produksi ponsel Samsung Note 7 karena mereka juga mengalami masalah baterai.

Hal itu menyebabkan ponsel ini panas dan membuatnya meledak.

Editor: fitriadi
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved