Hasil Survei Terbaru Pileg, LSI Ungkap Partai Terancam Tak Lolos & Hasil Survei Pilpres 4 Lembaga

Hasil Survei Terbaru Pileg, LSI Ungkap Partai Terancam Tak Lolos & Hasil Survei Pilpres 4 Lembaga

Hasil Survei Terbaru Pileg, LSI Ungkap Partai Terancam Tak Lolos & Hasil Survei Pilpres 4 Lembaga
KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO
Dua pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto - Sandiaga Uno dan Joko Widodo - Maruf Amin saat acara pengundian dan penetapan nomor urut pasangan calon presiden dan wakil presiden pemilu 2019 di Gedung Komisi Pemilhan Umum, Jakarta, Jumat (21/9/2019). Pasangan Joko Widodo - Maruf Amin mendapat nomor urut satu dan pasangan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno mendapat nomor urut dua. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA -- Hasil terbaru survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menunjukkan bahwa empat partai baru terancam tak lolos melewati ambang batas parlemen sebesar 4 persen pada Pemilu Legislatif 2019.

Keempat partai baru tersebut adalah Partai Perindo, Partai Garuda, Partai Berkarya dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Namun, peneliti LSI Rully Akbar mengatakan, dari empat partai itu, hanya Perindo yang masih memiliki potensi lolos ke parlemen jika memperhatikan margin of error hasil survei sebesar 2,8 persen.

"Di fenomena partai baru, Perindo satu-satunya partai baru yang kira-kira punya kemungkinan untuk lolos PT (parliamentary threshold)," ujar Rully saat memaparkam hasil survei, di kantor LSI Denny JA, Jakarta Timur, Jumat (5/4/2019).

"Memang masih belum dikatakan aman karena masih ada di range margin of error. Bisa jadi turun ke bawah sebanyak 2,8 persen atau naik ke atas," tambah dia.

Berdasarkan hasil survei, elektabilitas Perindo berada di angka 3,9 persen.

Sementara elektabilitas Partai Garuda berada pada angka 0,1 persen, Partai Berkarya 0,7 persen, dan PSI 0,2 persen.

Rully menilai, ketiga partai itu mesti bekerja keras agar lolos ke parlemen.

Pasalnya, jika memperhitungkan margin of error, elektabilitasnya belum melampaui ambang batas parlemen sebesar 4 persen.

"Jika ditambah margin of error belum cukup untuk bisa tembus PT," kata Rully.

Halaman
1234
Editor: teddymalaka
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved