Masyarakat Lokal Semakin Antusias Ikut Bangka Culture Wave Festival

Bangka Culture Wave (BCW) berakhir pada, Minggu (7/4) malam ini, di pantai wisata Tongaci Sungailiat.

Masyarakat Lokal Semakin Antusias Ikut Bangka Culture Wave Festival
Bangka Pos/Riki Pratama
Festival Bangka Culture Wave di pantai Tongaci Sungailiat, pada Minggu (7/4). 

BANGKAPOS.COM--Bangka Culture Wave (BCW) berakhir pada, Minggu (7/4) malam ini, di pantai wisata Tongaci Sungailiat. Even yang berlangsung sejak Selasa (2/4) telah banyak menyajikan hiburan kepada masyarakat sekaligus mempromosikan keindahan wisata di Pulau Bangka.

Rangkaian agenda BCW dari 2 -7 April terlaksana lancar dan meriah mulai dari Bangka Art Wave, Bangka Wave Carnival, Bangka Ethnic Wave Festival, Bangka Ethnic Music Festival, Workshop & Bazaar, Competition, dan Performance.

Manager HRD, De Locomotief pantai wisata Tongaci, Edo Firdaust berharap dengan adanya BCW 2019 ini pariwisata di Kabupaten Bangka dapat lebih dikenal oleh masyarakat luas, wisatawan domestik dan mancanegara.

“Karena dalam perhelatanya, juga hadir para pelukis dari Solo, Klaten, Tangerang, dan Medan, yang dapat memberikan edukasi, memperkenalkan seni rupa di Bangka sebagaimana menghargai sebuah karya bukan untuk kompetisi,” jelas Edo, Minggu (7/4).

Edo menambahkan ke depan lomba lukis akan terus digalangkan selain untuk memperkenalkan, tetapi tujuan lainya agar melahirkan pelukis daerah yang dibanggakan nantinya.

“Selain itu dalam waktu dekat kita akan membangun sanggar seni di lingkungan destinasi ini agar pegiat seni yang ada di Bangka ada tempat untuk berkreasi,” ungkapnya.

Menurut Edo masyarakat lokal cukup antusias dalam berpartisipasi dengn kegiatan lomba- lomba yang dilaksanakan.

“Hanya saja kegiatan ini berbarengan dengan anak-anak ujian nasional dan tingginya harga tiket pesawat, kunjungan di destinasi ini terjadi sedikit penurunan dengan BCW tahun lalu,” jelas Edo.

Edo mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pariwisata RI yang telah memberikan kepercayaan dan mandatnya terhadap De’locomotief Tongaci Beach.
“Semoga Pariwisata Bangka khususnya dan Bangka Belitung umumnya akan lebih maju pasca timah,” ujarnya.

Kembali, Edo menegaskan bahwa pihaknya terus berkomitmen menjadikan BCW suatu festival kebudayaan yang bersifat multikultural di Kabupaten Bangka.

“Karena kita mempertemukan berbagai genre seni tradisi, modern, dan kontemporer. Beberapa seniman mancanegara sudah terlibat, berinteraksi dengam seniman lokal untuk berbagi kreativitas suatu dialog interkultural,” lanjutnya.

Selain kesenian, Edo menambahkan BCW juga mengajak peserta maupun pengunjung festival, untuk peduli lingkungan hidup.

“Adanya penangkaran penyu yang terdapat di kawasan Pantai Tongaci, sebagai ruang pendidikan informal untuk belajar melindungi penyu hewan yang dilindungi oleh pemerintah,” ungkap Edo.

Ia menerangkan ada fasilitas perpustakaan De Locomotief, bagi siapa saja yang ingin membaca di sela-sela acara BCW Cuture Arts Education merupakan spirit BCW. Pantai Tongaci sebagai destinasi wisata yang unik di kawasan Kepulauan Bangka Belitung juga membangun rasa coming home bagi siapa saja untukselalu berkunjung ke Pantai Tongaci.

(adv/riu/j2)

Penulis: Riki Pratama
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved