Pupuk MIA Lindungi Lada dari Penyakit Kuning

H Sukri mengaku sudah pernah menggunakan pupuk nutrisi MIA untuk tanaman lada yang sudah produksi.

Pupuk MIA Lindungi Lada dari Penyakit Kuning
Bangkapos/Agus N
Pupuk MIA Lindungi Lada dari Penyakit Kuning 

BANGKAPOS.COM--H Sukri mengatakan pemupukan dilakukan pada 100.000 bibit lada. Sebelumnya, H Sukri mengaku sudah pernah menggunakan pupuk nutrisi MIA untuk tanaman lada yang sudah produksi.

“Alhamdulilah hasilnya, tadinya pohon sudah kuning dan sudah mau mati, akarnya pun sudah 60 persen rusak dan daun banyak yang hitam dan rontok. Namun saat menggunakan pupuk MIA, pohon ladanya sudah kembali seperti pohon lada yang sehat,” kata H Sukri.

Menurut H Sukri, yang juga akrab dikenal H Duk, Pupuk MIA terbuat dari serat buah-buahan yang tidak mengandung bakteri dibanding dengan organik biasa yang bahan baku salah satumya dari kotoran hewan.

Meski begitu, dari sisi biaya, H Sukri mengatakan ada penambahan cost antara Rp 1.600 hingga Rp 2.000 bila menggunakan Pupuk MIA.

Ditambahkan H Sukri, pohon lada hingga seperti pohon yang sehat memang berproses. Dimana ungkap H Sukri, bahwa saat itu untuk pengobatan dan tanaman sudah sakit, agak bertahap tapi akhirnya sukses.

Dengan langkah ini, menurut H Sukri, bibit lada yang menggunakan pupuk MIA bila dipindahkan ke lahan hingga produksi, pohon lada tidak lagi terkena penyakit kuning.

“Semuanya itu akan dapat diatasi dengan pemupukan pupuk MIA, “ kata H Sukri yang juga menyebut distributor pupuk MIA memberi jaminan bahwa pohon lada tidak lagi kena penyakit kuning.

Sementara itu Franky, pengawas pembibitan lada, mengemukakan yang efektif dilakukan saat ini adalah proteksi. Dalam hal ini, Pupuk Organik MIA memberi nutrisi pada tanah untuk semua tanaman selain hidroponik.

“Tanaman yang memakai media tanah harus terpenuhi nutrisinya, dengan pemakaian pupuk MIA, “ ujarnya.

Dimana kata Franky, nutrisi ini akan membuat akar tanaman menjadi kuat dan pertumbuhan jadi bagus.

Halaman
12
Penulis: agusrya
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved