Berita Belitung

Terima Tawaran Kirim Produk ke Malaysia, UMKM Belitung Belum Tahu Cara Ekspor Barang

Sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Belitung telah mengikuti Malaysia International Halal Showcase (MIHAS).

Terima Tawaran Kirim Produk ke Malaysia, UMKM Belitung Belum Tahu Cara Ekspor Barang
IST/Dokumentasi Cucu Maryati
UMKM Belitung saat melakukan temu bisnis dengan pembeli di Malaysia beberapa waktu lalu. 

BANGKAPOS.COM  - Sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Belitung telah mengikuti Malaysia International Halal Showcase (MIHAS). Pada kegiatan yang diadakan di Kuala Lumpur 3-5 April lalu itu, para pelaku UMKM Belitung juga melakukan temu dengan buyer atau pembeli di negeri Jiran.

Vera, satu di antara UMKM yang bertemu pembeli. Wanita pemilik usaha teri krispi dan krispi udang bermerek Juve ini mengatakan saat itu ia mendapat dua buyer atau pembeli yang tertarik menyalurkan produknya di Malaysia.

"Mereka (buyer, red) juga menanyakan kemampuan produksi, aku bilang, tergantung pesanan," ujarnya, Senin (8/4/2019).

Selain itu buyer pun menanyakan perihal pengiriman barang atau ekspor ke Malaysia. Namun ia belum menindaklanjuti lebih jauh karena masih terganjal belum mengetahui cara ekspor barang.

"Ada dua buyer yang tertarik, tapi belum ada pembicaraan lebih lanjut karena buyer mintanya barang langsung di ekspor ke Malaysia. Mau bagaimana lagi, kami mau ekspor belum tahu caranya," jelasnya.

Sementara itu, pelaku usaha lainnya, Cucu Maryati sudah dua tahun terakhir mengikuti business matching ke Malaysia. Pemilik UMKM Murni tersebut mengatakan, tahun lalu ia sudah mendapatkan dua buyer yang membeli produk lada, kopi lada hitam, dan teh daun kelor yang dimilikinya.

"Tahun lalu ada dua, lalu yang tahun ini ada dua lagi buyernya. Jadi hasil dari kegiatan business matching yang ini, saya mendapat tambahan buyer dan tambahan kuantitas produk yang dikirim. Tapi buat kali ini saya masih nego harga," ujar istri Richard Sutrisno tersebut.

Awal pertama pengiriman produk lada Murni, kata Cucu ia bahkan mampu mengirimkan barang hingga 1-2 ton. Buat pemenuhan produksi ia pun sudah bekerjasama dengan Koperasi Kacang Butor.

Sementara terkait ekspor barang, ia mengatakan selama ini produk yang dimilikinya hanya dikirim ke Jakarta.

"Jadi buyer saya yang di Malaysia itu punya gudang di Jakarta, jadi saya hanya perlu kirim barang ke Jakarta," katanya.

"Buat ekspor saya belum begitu paham prosedurnya dan pengiriman ke gudang buyer juga untuk menghemat biaya operasional," imbuh Cucu.

Meski begitu, ia pun berencana mempelajari ekspor barang agar selanjutnya dapat menjadi konsolidator buat mengirimkan barang UMKM Belitung ke luar negeri.

"Jadi nanti UKM lain bisa bergabung mengumpulkan produk untuk ekspor, biar maju bersama dengan UKM lain," tuturnya.

(Pos Belitung/Adelina Nurmalitasari)

Penulis: Adelina Nurmalitasari
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved