Advertorial

Warga Lubuk Besar Menolak Tambang di Hutan Lindung, Didit Minta Masyarakat Jangan Tersulut Emosi

Sedikitnya 20 orang perwakilan masyarakat Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah mendatangi Kantor DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Warga Lubuk Besar Menolak Tambang di Hutan Lindung, Didit Minta Masyarakat Jangan Tersulut Emosi
Bangka Pos
Warga Lubuk Besar Menolak Tambang di Hutan Lindung, Didit Minta Masyarakat Jangan Tersulut Emosi 

BANGKAPOS.COM -- Sedikitnya 20 orang perwakilan masyarakat Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah, Senin (8/4) mendatangi Kantor DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Kedatangan mereka untuk mengadukan nasibnya kepada wakil rakyat sekaligus menyampaikan aspirasi masyarakat yang menolak aktivitas tambangn di kawasan hutan lindung di Lubuk Besar.

Perwakilan masyarakat Lubuk Besar yang datang disambut langsung oleh Ketua DPRD Provinsi Bangka Belitung, Didit Srigusjaya di ruang kerjanya. Mereka kemudian melakukan audiensi.

Dalam audiensi itu masyarakat menyatakan dengan tegas menolak pertambangan di lokasi hutan lindung. Masyarakat menilai kawasan hutan lindung adalah aset yang harus dijaga demi keberlangsungan hidup anak cucu mereka.

Perwakilan masyarakat yang sekaligus tokoh pemuda Lubuk Besar, Indra mengatakan penambang seperti kebal hukum dan dibekingi oleh oknum aparat serta preman bayaran.

"Yang kita lihat di lapangan banyak dibekingi oleh oknum aparatur negara," ujar Indra, Senin (8/4) saat ditemui seusai rapat.

Ia mengungkapkan, masyarakat pernah melakukan musyawarah di Kantor Desa Lubuk Besar membahas aktifitas penambangan yang diikuti oleh seribu orang pada tanggal 4 April 2019. Namun seusai rapat datang beberapa preman bayaran yang dibawa oleh pengusaha tambang, untuk menghalangi massa.

Warga lainnya Danil menambahkan, pada saat warga dan pengusaha tambang di kawasan hutan lindung bernama Firman menggelar rapat, Firman didampingi seorang oknum aparat.

Selesai rapat, oknum aparat tersebut mengeluarkan pernyataan jika tambang milik Firman yang berada di hutan lindung dihentikan, maka seluruh tambang ilegal di Lubuk Besar harus ditangkap.

Menurut Danil, pernyataan oknum itu membuat marah warga yang hadir. Warga merasa oknum aparat tersebut tebang pilih dan lebih berpihak kepada Firman.

Halaman
12
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved