Berita Pangkalpinang

Ikatan Arsitek Indonesia Gelar Workshop Internasional

Kegiatan ini sudah mulai berlangsung sejak 10 -13 April 2019 dan diikuti oleh empat organisasi arsitek di Asia

Ikatan Arsitek Indonesia Gelar Workshop Internasional
Bangka Pos/Muhammad Rizki
Suasana Workshop Live Design Discourse yang bertempat di Swiss belHotel kota Pangkalpinang. 

BANGKAPOS.COM  - Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) pada hari Sabtu (13/04/2019) mengadakan Workshop Live Design Discourse yang bertempat di Swiss belHotel kota Pangkalpinang, pada pukul 09.00 WIB.

Ketua Ikatan Arsitek Indonesia Hongky mengatakan jika kegiatan ini sudah mulai berlangsung sejak 10 -13 April 2019 dan diikuti oleh empat organisasi arsitek di Asia, yaitu Indonesia, Singapura, Thailand, dan Malaysia.

Hongky menambahkan jika, kegiatan ini pertemuan tahunan membahas tentang kerjasama kesetaraan arsitek di ASEAN dalam rangka menghadapi Masyarakat Ekonomi Asia (MEA).

Selain membahas perilaku dan standarisasinya, kegiatan kali ini juga bertujuan untuk membina para arsitek junior untuk belajar menjalin kerjasama antar negara lain.

"Jadi setiap negara membawa empat junior arsitek (mahasiswa arsitek), kemudian ada arsitek muda, kemudian ketua dan wakil yang akan meeting." ujar Hongky, Sabtu (13/4) di lokasi acara.

Para mahasiswa tersebut membantu kota dalam rangka mendesain kota Pangkalpinang, Hongky menambahkan jika dalam kegiatan kali ini, mereka memberikan gagasan dan konsep kepada pemerintah kota, bagaimana Pangkalpinang sebagai kota tambang sekaligus kota pariwisata.

Maka dari jadilah sebuah desain dengan tema "Pangkalpinang Tin Heritage Citywalk" yang berlokasi di jalan Kartini, dipilihnya lokasi tersebut dikarenakan disana banyak proyek PT Timah yang sudah dibangun, namun belum terintegrasi satu dengan yang lain.

Dalam kegiatan tersebut, hadir pula Sekertaris Daerah Bangka Belitung, Yan Megawandi.

Selama ini masalah dari pemerintah adalah memiliki dana untuk pembangunan, namun hasilnya terkadang tidak sesuai dengan yang ditargetkan oleh pemerintah.

Menurut Yan, hal ini dikarenakan peranan para arsitek belum terlalu optimal, oleh karena itulah peranan IAI menjadi sangat penting untuk memberikan perspektif bagi pengambil kebijakan, agar ketika merencanakan pembangunan akan menjadi lebih tepat sasaran.

(Bangka Pos/Muhammad Rizki)

Penulis: Maggang (mg)
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved