Milenial Terancam Bakal Susah Beli Rumah, Jepang Tawarkan Rumah Gratis

Beberapa waktu lalu muncul riset yang membuat anak muda resah. Riset tersebut menyimpulkan, lima tahun lagi, generasi milenial terancam nggak bisa

Milenial Terancam Bakal Susah Beli Rumah, Jepang Tawarkan Rumah Gratis
dok. mStar
Rumah kosong di Jepang 

BANGKAPOS.COM-- Beberapa waktu lalu muncul riset yang membuat anak muda resah. Riset tersebut menyimpulkan, lima tahun lagi, generasi milenial terancam nggak bisa membeli rumah.

Riset tersebut dilakukan oleh Rumah123.com dan Karir.com. Hasil riset mengungkapkan kenaikan gaji normal di luar promosi sepanjang 2016 rata-rata sebesar 10 persen. Sementara, lonjakan harga rumah minimal 20 persen.

Artinya, pada lima tahun mendatang, generasi muda kelahiran tahun 1981-1994 terancam tidak bisa membeli rumah. Sebab, kenaikan gaji mereka tidak berimbang dengan harga rumah di pasaran.

Uniknya, permasalahan ini mungkin bisa selesai dengan tinggal di Jepang. Harga properti di Jepang mungkin meningkat, tetapi negara ini juga masih memiliki lebih dari delapan juta rumah yang tidak ditempati. Beberapa pemilik bahkan memberikannya secara sukarela bagi siapa pun yang ingin menempatinya.

Meskipun rumah-rumah tersebut tidak terdaftar dalam pasar properti, tapi mereka muncul dalam situs daring bernama "akiya banks", mengacu pada istilah Jepang yang berarti "rumah kosong". Beberapa rumah benar-benar diberikan secara gratis, sementara yang lainnya hanya dijual dengan harga 4 dollar AS.

Kondisi rumah memang tidak semuanya bagus. Strukturnya mengikuti metode lama dan hanya bisa bertahan 20-30 tahun. Beberapa di antaranya juga dibangun di tanah miring sehingga tidak sehat secara struktural.

Namun, meskipun diberikan secara gratis, rumah-rumah ini masih kosong tanpa pemilik. Ada alasan besar di baliknya: yakni karena populasi Jepang yang semakin menurun. Menurut peneliti, dalam dua dekade terakhir, Jepang sudah kehilangan 16 juta penduduk.

Saat ini, lebih banyak populasi penduduk tua di Jepang. Artinya, semakin dikit dewasa muda yang membutuhkan rumah. Apalagi, banyak dari mereka yang menolak untuk berkeluarga.

Para penduduk tua yang meninggal atau masuk panti jompo pun akhirnya membiarkan rumahnya terbengkalai begitu saja. Sementara itu, jumlah anak mudanya yang semakin sedikit tak cukup untuk mengisi kekosongan yang mereka tinggalkan.

Selain karena faktor penurunan populasi, fenomena rumah kosong ini juga dipicu oleh kepercayaan lokal.

Halaman
12
Editor: nurhayati
Sumber: Hai
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved