Penyakit Jantung Menghantui Orang Indonesia, Ini Sebabnya

Asupan gula, garam, dan lemak akan mendorong munculnya penyakit diabetes, obesitas, dan hipertensi, serta dapat berujung pada stroke, jantung koroner

Penyakit Jantung Menghantui Orang Indonesia, Ini Sebabnya
http://cdn-2.tstatic.net
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM – Orang Indonesia lebih berpotensi mengalami penyakit jantung akibat pola makan dan gaya hidup.

Hal itu dikatakan Wakil Sekretaris Jenderal Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia, dr. Ario Soeryo Kuncoro, SPJP.

“Masyarakat Indonesia biasanya malas bergerak," kata dalam diskusi "Lindungi Jantung Anda" yang diselenggarakan oleh Philips Indonesia di Jakarta, Kamis (11/4/2019).

Ia menambahkan, budaya makan orang Indonesia juga sulit diubah. Konsumsi garam misalnya, seharusnya tidak lebih dari 2 gram.

"Orang Indonesia minimal mengonsumsi 15 gram per harinya," ungkapnya.

Demikian juga konsumsi gula dan lemak yang seharusnya masing-masing dibatasi 50 gram dan 67 gram. Orang Indonesia lebih dari angka itu.

Asupan gula, garam, dan lemak yang berlebih akan mendorong munculnya penyakit diabetes, obesitas, dan hipertensi, serta dapat berujung pada stroke, jantung koroner, dan gagal ginjal. Seluruh penyakit tersebut saling berkaitan, sehingga dapat memperkuat satu sama lain.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), angka kejadian penyakit jantung dan pembuluh darah semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Setidaknya, 15 dari 1000 orang, atau sekitar 2.784.064 individu di Indonesia menderita penyakit jantung. Penyakit ini terdapat dikenali dari gejala nyeri pada dada yang menjalar ke lengan kiri saat beraktivitas.

Angka ini tidak tersebar merata di seluruh Indonesia, namun lebih sering dijumpai pada individu yang berumur, wanita, memiliki tingkat pendidikan rendah, tidak bekerja, serta tinggal di kawasan perkotaan.

Halaman
12
Editor: Herru W
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved