Berita Sungailiat

Kisah Pendem di Pekarangan Sekolah, Ahli Waris Bersedia Pindahkan Makam Leluhur ke TPU

Bagi orang lokal Pulau Bangka, tak asing lagi ketika mendengar istilah "Pendam atau Pendem". Pemdem atau Pendam berarti kuburan lama.

Kisah Pendem di Pekarangan Sekolah, Ahli Waris Bersedia Pindahkan Makam Leluhur ke TPU
(IST/ACHMAD Suherman)
PPNS Pol PP Bangka, Senin (15/4/2019) meninjau SDN 8 Tanjunggudang Belinyu pasca pemindahan Pendam China di pekarangan sekolah tersebut.

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Bagi orang lokal Pulau Bangka, tak asing lagi ketika mendengar istilah "Pendam atau Pendem". Pemdem atau Pendam berarti kuburan lama.

Kuburan ini sering ditemui di berbagai tempat, secara tak beraturan, di hutan, di dekat pemukiman atau dekat fasilitas umum. Terkait keberadaan Pendem yang dimaksud, Pemerintah
Daerah telah mengaturnya berdasarkan Perda Nomor 10 Tahun 1973.

Namun faktanya, masih seringkali ditemui keberadaan Pendam atau Pendem di tempat tertentu atau bukan berada pada lokasi peruntukannya. Tak heran jika kemudian kuburan lama ditemukan di tempat umum. Sepertinya yang terjadi di SDN 8 Tanjunggudang Kecamatan Belinyu Bangka, baru-baru ini.

"Kuburan Pendam China ditemukan berada di pekarangan SDN 8 Tanjunggudang Belinyu. Pemdem China ini merupakan kuburan warga etnis yang meninggal pada masa itu dan dimakamkan di lokasi yang dimaksud," kata Kepala Kantor Satpol PP Kabupaten Bangka, Dahkian Amrie diwakili Kabid Perundang-Undangan, Achmad Suherman, Senin (15/4/2019).

Keberadaan Pendam yang dimaksud sudah ada, sebelum bangunan SDN 8 Tanjunggudang Kecamatan Belinyu dibangun. Awalnya tak ada masalah terkait keberadaan Pendam tersebut. Namun setalah ada rencana pengembangan sekolah, kuburan lama tadi, dianggap menghambat ruang gerak pembangunan.

"Ini merupakan kubur lama sebelum sekolah SD 8 itu berdiri. Untuk pengembangan lingkungan sekolah ke depan, pihak SD 8 Belinyu melaporkan ke Satpol PP Bangka untuk mencari solusi. Kita selaku PPNS Pol PP Bangka kemudian turun ke lapangan, meninjau lokasi kuburan di SD 8 tersebut," katanya.

PPNS Pol PP menemui pihak keluarga atau ahli waris pendam untuk melakukan negosiasi dengan pihak sekolah. Intinya, pihak keluarga diminta toleransi untuk memindahkan kuburan leluhur mereka ke tempat yang telah disediakan, yaitu tempat pemakaman umum (TPU).

"Kita lakukan negosiasi ke pihak keluarga ahli waris dan juga pihak sekolah," katanya.

Negosiasi antara pihak keluarga ahli waris dengan pihak SDN 8 Belinyu, berjalan lancar. Kedua pihak sepakat menyelesaikan persoalan demi kepentingan bersama.

"Intinya sepakat pedam ini dipindahkan ke tempat lain. Kesepakatan biaya dibagi, dan pihak sekolah juga. Hari ini kita tinjau ke lokasi ternyata pendam sudah dipindahkan ke pemakaman umum di Pekuburan China Belinyu," kata Suherman.

Sementara itu kata Suherman, upaya pemindahan pendam dari suatu tempat ke tempat lain, akan lebih baik ketika dilakukan melalui musyawarah. Namun jika tak menemui jalan keluar, maka peraturan daerah (Perda) yang ditegakan.

"Pada Pasal 5 Perda Nomor 10 Tahun 1973 diatur tentang penertiban pekuburan, yaitu perkuburan lama yang ada sekarang bertebaran tidak teratur. Semenjak peraturan daerah ini berlaku, pekuburan lama yang tidak teratur sudah harus ditertibkan pada tempat lokasi yang sudah ditentukan," tegas Suherman.

(Bangkapos/Ferylaskari)

Penulis: ferylaskari
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved