Suara Hangus Sebelum Mencoblos, Horor Pemilu 2019 di Luar Negeri

Pemilu yang menggunakan 3 metode: tempat pemungutan suara (bilik mencoblos), kotak suara keliling, dan lewat pengiriman pos.

Suara Hangus Sebelum Mencoblos, Horor Pemilu 2019 di Luar Negeri
Istimewa
Zamal Nasution 

Para personil PPLN direkrut atau dipilih berdasarkan metode rekrutmen di masing-masing perwakilan RI, Kedutaan Besar, Konsulat Jenderal, maupun Kantor Dagang Indonesia.

Kerja sama antara komisi pemilihan umum (KPU) dan Kementerian Luar Negeri (Kemlu), di mana rekrutmen dilaksanakan oleh perwakilan RI di luar negeri.

Banyak di antara mereka adalah orang baru, meskipun lebih banyak lagi merupakan staf lokal WNI yang bekerja di lingkungan perwakilan.

Ini sedikit menjawab ketidaktahuan masyarakat WNI di luar negeri terkait kapan dan bagaimana info rekrutmen personil PPLN.

Durasi pekerjaan mereka jika dihitung, maka hanya berkisar 1.5 tahun. Berbeda dengan komisioner KPU yang masa kerjanya 5 tahun.

Berbeda lagi dengan pegawai KPU yang sebagian besarnya adalah aparatur sipil negara yang fokus kerjanya untuk pemilu dalam dan luar negeri.

Pembagian masa kerja menunjukkan juga pembagian porsi pekerjaan dan tanggung jawab dalam menyukseskan pemilu tahun 2019.

Karena tempo kerjanya sementara, maka setidaknya 3 kali staf PPLN dilatih yang diistilahkan sebagai bimbingan teknis (Bimtek) dengan materi proses pencocokan data, sosialisasi pemungutan suara, hingga penghitungan suara.

Porsi pekerjaan pencocokan dan penelitian data pemilih, dan sosialisasi pemilu memakan waktu sangat panjang dari Maret 2018 hingga Desember 2018.

Dengan pendapatan bulanan antara USD 700-800 di luar tunjangan perjalanan dinas sebesar USD 210/hari dan tunjangan lainnya, negara memanggil pengabdian total sebagai anggota PPLN.

Halaman
1234
Editor: Alza Munzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved