Berita Pangkalpinang

Ernawan Rebuin Jadi Saksi Perkara Bos Semelter PT DS Jaya Abadi

Sidang lanjutan perkara kasus mineral tambang kali ini, Selasa (16/4/2019) melibatkan Ernawan Rebuin selaku Direktur Utama PT BBTS

Ernawan Rebuin Jadi Saksi Perkara Bos Semelter PT DS Jaya Abadi
tribunnews.com/Dok.
Ilustrasi tambang 

BANGKAPOS.COM-- Sidang lanjutan perkara kasus mineral tambang kali ini, Selasa (16/4/2019) melibatkan Ernawan Rebuin selaku Direktur Utama PT Bangka Belitung Timah Sejahtera (BBTS). 

Sidang perkara tambang hingga menyeret Dirut PT DS Jaya Abadi, Ahmad Febrian alias Febri (kini berstatus terdakwa) dimulai sejak pukul 14.30 wib hingga berakhir sore hari pun menghadirkan tiga orang saksi lainnya.

Sidang dipimpin majelis hakim, I Wayan Wiguna SH MH didampingi 2 orang anggota majelis hakim lainnya, Iwan Gunawan SH MH & Hotma EP Sipahutar SH MH mencecar berbagai pertanyaan terhadap Ernawan Rebuin yang diketahui terkait perkara kasus dugaan mineral tambang ia selaku Dirut PT Bangka Belitung Timah Sejahtera (BBTS) yang telah menerbitkan surat jalan pengangkutan pasir timah guna disuplai ke
perusahaan semelter PT DS Jaya Abadi.

Selain menjabat selaku Dirut PT BBTS, Ernawan di hadapan majelis hakim yang memeriksanya saat persidangan, ia juga selaku komisaris perusahaan semelter PT DS Jaya Abadi.

"Tapi saya komisaris (PT DS Jaya Abadi -- red) justru non aktif yang mulia," ungkap Ernawan di hadapan majelis hakim.

Anggota majelis hakim, Hotma saat persidangan berlangsung menanyakan kepada Ernawan selaku saksi soal surat perintah yang dikeluarkan oleh PT BBTS terkait pengangkutan sejumlah pasir timah atau sebanyak lima ton tersebut yang dipasok ke semelter PT DS Jaya Abadi tersebut atau terkait kronologi penangkapan lima ton lebih pasir timah oleh tim Mabes Polri, Jumat (25 Mei 2018).

Ernawan mengaku jika terkait pengangkutan sejumlah pasir timah tersebut pihak PT BBTS menerbitkan surat berupa voucher.

"Voucher tersebut kita berikan kepada sopir yang mengangkut pasir timah itu," kata Ernawan di hadapan majelis hakim.

Di sela-sela sidang berlangsung, JPU asal Kejaksaan Tinggi Prov Babel, Erni saat itu menanyakan siapa pihak yang mengajak Bily mengumpul pasir timah tersebut.

Erni juga menanyakan kepada saksi Ernawan apakah saksi Ernawan pernah menjelaskan jika aturannya mengambil pasir timah memang dari ijin usaha pertambangan (IUP) resmi milik PT BBTS.

Namun saat itu  Ernawan mengaku ia sama sekali tidak pernah menyampaikan sebagaimana pertanyaan JPU itu yakni terkait pengambilan pasir timah tersebut. (Bangkapos.com//Ryan A Prakasa)

Penulis: ryan augusta
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved