Berita Pangkalpinang

Hakim Sindir Saksi Dampak Kasus Penampungan Pasir Timah Ilegal

Ketua majelis hakim Pengadilan Negeri Pangkalpinang Kelas IB, I Wayan Wiguna SH MH yang menyidang perkara kasus PT DS Jaya Abadi, Ahmad Febrian

Hakim Sindir Saksi Dampak Kasus Penampungan Pasir Timah Ilegal
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi Palu hakim 

BANGKAPOS.COM-- Ketua majelis hakim Pengadilan Negeri Pangkalpinang Kelas IB, I Wayan Wiguna SH MH yang menyidang perkara kasus bos semelter PT DS Jaya Abadi, Ahmad Febrian alias Febri, Selasa (16/4/2019) siang sempat menyindir sekaligus menasihati para saksi yang menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan penampungan pasir timah ilegal oleh PT DS Jaya Abadi hingga melibatkan, Ernawan Rebuin selaku Direktur Utama PT Bangka Belitung Timah Sejahtera (BBTS).

"Perusahaan saudara-saudara ini kan perusahaan besar, masak hanya kekurangan pasir timah sebanyak lima ton namun dengan dilakukan dengan cara seperti ini. Jadi nanti orang-orang beranggapan bahwa pihak PT DS Jaya Abadi ilegal," sindir I Wayan Wiguna di hadapan para saksi.

Tak cuma itu, bahkan I Wayan juga menilai jika dampak negatif akibat perbuatan yang dilakukan para pihak terkait yakni terkait perkara penampungan pasir timah ilegal sebanyak 5 ton lebih dan akhirnya ditangkap oleh tim Mabes Polri, Jumat (25 Mei 2019).

"Kalau kalian seperti ini maka nantinya akan berdampak jatuh harga pasaran timah di dunia," singgungnya lagi.

Bahkan pimpinan majelis hakim yang menyidang perkara bos semelter Febri juga saat sidang berlangsung menyindir saksi lainnya, Bily selaku pihak pengumpul pasir timah yang dipasok ke semelter PT DS Jaya Abadi.

"Kasihan para penambang mereka dikejar-kejar bahkan terancam ditangkap aparat, nah sementara kalian enak-enak saja," kata Wayan.

Penulis: ryan augusta
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved