Berita Pangkalpinang

Hingga April 2019, BPJS Kesehatan Babel Gelontorkan Rp 64,1 Miliar ke 135 FKTP dan 23 FKRTL

Dana ini digelontorkan BPJS Kesehatan untuk dana kapitasi dan tagihan klaim kepada 135 FKTP dan 23 FKRTL di Bangka Belitung.

Hingga April 2019, BPJS Kesehatan Babel Gelontorkan Rp 64,1 Miliar ke 135 FKTP dan 23 FKRTL
(BANGKA POS / Dedy Qurniawan)
Konferensi per BPJS Kesehatan cabang Pangkalpinang, Selasa (16/4/2019). 

BANGKAPOS.COM- Hingga April 2019, tahun ini BPJS Kesehatan cabang Pangkalpinang telah menggelontorkan Rp 64.142.789.034,- (enam puluh empat miliar seratus empat puluh dua juta tujuh ratus delapan puluh sembilan ribu tiga puluh empat rupiah).

Dana ini digelontorkan BPJS Kesehatan untuk dana kapitasi dan tagihan klaim kepada 135 FKTP dan 23 FKRTL di Bangka Belitung.

"Ini adalah nominal yang sudah kami sampaikan berdasarkan klaim dan dana kapitasi yang masuk ke kami sampai bulan April ini dan sudah sesuai tahap verifikasi yang telah kami lakukan," kata Pps. Kepala BPJS Kesehatan cabang Pangkalpinang Yulisdina Natalia saat acara konferensi pers Pembayaran Klaim Fasilitas Kesehatan di Kantor BPJS Kesehatan cabang Pangkalpinang, Selasa (16/4/2019) siang. Konferensi pers serupa di gelar di seluruh wilayah Indonesia.

BPJS Kesehatan Gelontorkan Rp 11 Triliun

Yulisdina mengatakan, secara nasional, tahun ini BPJS Kesehatan menggelontorkan dana sebesar Rp 11 triliun untuk membayar hutang klaim jatuh tempo BPJS Kesehatan kepada rumah sakit di Indonesia. Di luar itu, BPJS Kesehatan juga melakukan pembayaran sebesar Rp 1,1 triliun dalam bentuk dana kapitasi kepada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

"Sampai hari ini, tagihan klaim rumah sakit yang lolos verifikasi dan sudah jatuh tempo, akan dibayar BPJS Kesehatan dengan mekanisme first in first out. Urutan pembayarannya disesuaikan dengan catatan kami. Rumah sakit yang lebih dulu mengajukan berkas secara lengkap, tentu transaksi pembayaran klaimnya akan diproses terlebih dulu. Upaya menuntaskan pembayaran fasilitas kesehatan ini dapat terwujud karena ada dukungan penuh dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Kesehatan," kata Yulisdina

Menurut Yulisdina, setiap tanggal 15 merupakan tanggal pembayaran kapitasi untuk FKTP. Oleh karena itu, ada kemungkinan pembayaran non kapitasi dan tagihan rumah sakit dibayarkan BPJS Kesehatan pada hari berikutnya.

Hal ini merupakan mekanisme pembayaran yang rutin dilakukan setiap bulan oleh BPJS Kesehatan.

"Biasanya mitra perbankan kami menjalankan transaksi untuk pembayaran kapitasi ini dulu. Namun kami pastikan kewajiban pembayaran ke fasilitas kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku dapat dilakukan paling lambat hari ini. Kami juga sudah berkoordinasi dengan seluruh kantor cabang, sehingga masing-masing kantor cabang bisa memantau dan memastikan fasilitas kesehatan di wilayah kerjanya telah dibayar sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Yulisdina

Dia mengatakan, dengan dibayarnya hutang klaim jatuh tempo oleh BPJS Kesehatan kepada fasilitas kesehatan, diharapkan pihak fasilitas kesehatan juga bisa melakukan kewajibannya sesuai dengan yang tertuang dalam regulasi.

Yulisdina juga berharap pihak RS dapat kian optimal dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada para pasien JKN-KIS.

"Kami selalu berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan yang melayani peserta JKN-KIS untuk memberikan pelayanan terbaik tanpa diskriminasi, sebagaimana yang diatur dalam regulasi yang ditetapkan pemerintah. Dengan demikian diharapkan masyarakat semakin yakin bahwa program ini akan terus berlangsung, rumah sakit menjadi lebih tenang dan tenaga kesehatan merasa nyaman," ucapnya.

Yulisdina juga menginformasikan bahwa Program JKN-KIS yang dikelola BPJS Kesehatan selain memberikan jaminan layanan kesehatan yang berkualitas, juga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan industri kesehatan dan penciptaan lapangan kerja. Ia mengatakan, apabila terdapat kekurangan, hendaknya dapat diperbaiki bersama-sama.

Dia berharap, jangan sampai ada diskriminasi pelayanan yang bersifat kasuistis, lalu digeneralisir, sementara sangat banyak peserta JKN-KIS yang terlayani dengan baik. "Ke depannya, Insya Allah pemerintah akan terus menjaga sustainabilitas Program JKN-KIS ini dan pelayanan kepada masyarakat akan terus diperbaiki. Kami berterima kasih kepada penyedia layanan (provider) sekaligus mohon maaf serta apresiasi atas kerja sama, pengertian dan kesabarannya selama ini," ucap dia.

(BANGKA POS / Dedy Qurniawan)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved