Berita Pangkalpinang

Ketua Bawaslu Babel Sebut Paling Berat Pengawasan Saat Masa Tenang

Semakin mendekati pesta demokrasi lima tahunan, semakin membuat tidur ketua Bawaslu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Ketua Bawaslu Babel Sebut Paling Berat Pengawasan Saat Masa Tenang
Bangka Pos/Krisyanidayati.
Ketua Bawaslu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Edi Iriawan 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Semakin mendekati pesta demokrasi lima tahunan, semakin membuat tidur ketua Bawaslu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Edi Iriawan tak nyenyak. Bahkan tak jarang pria yang baru menjabat sebagai komisioner itu hanya bisa tidur 4 jam pada masa kampanye hingga masa tenang ini.

Pria yang kerap disapa Edi sesekali membenarkan letak kacamatanya, sesekali dirinya dahinya berkerut, hingga wajah yang terlihat lelah yang terlihat lingkaran dibawah matanya, saat diwawancarai Bangka Pos di ruang kerjanya, Selasa (16/4/2019).

"Hampir setiap hari kurang tidur dari waktu normal. Dalam sehari sekitar 4 jam lah itu udah maksimal, apalagi memasuki jadwal masa tenang, waktu tidur enggak beraturan lagi," katanya ditemui Bangka Pos, di ruang kerjanya, Selasa (16/4/2019).

Baginya hal ini tak masalah, hal ini merupakan konsekuensi dari pekerjaan yang dijalaninya dan bertanggungjawab memastikan tahapan pemilu berjalan sesuai aturan.

Diceritakannya, tidak hanya dirinya yang seperti itu namun semua pengawas juga melakukan hal yang serupa. Dirinya meminta agar semua pengawas dapat melaksanakan tugas secara ikhlas, jika dijalani dengan ikhlas maka akan terasa begitu ringan.

Edi menyebutkan, akhir-akhir ini dirinya malah lebih banyak menghabiskan waktu di lapangan dan kantor ketimbang di rumah. Rumah belakangan hanya menjadi tempat tidur.

"Setiap hari pasti pulang ke rumah, walaupun hanya numpang tidur. Lebih banyak di kantor, di lapangan, ya pulang ke rumah numpang tidur," katanya sambil tersenyum.

Baginya, dirinya sudah tak asing lagi dengan kesibukan sebagai penyelenggara pemilu, pasalnya sejak 2003 lalu dirinya telah berkecimpung dalam hal ini. Termasuk istri dan keluarga yang memahami betul tugasnya.

"Saya sering ditelpon istri, yang penting kondisi badan sehat. Istri saya sangat luar biasa dan memahami dan mendukung," katanya.

Ditanyai proses proses pengawasan yang paling berat, dikatakannya yang paling sulit ialah pengawasan pada masa tenang.

"Kita rasakan agak berat mengawal proses masa tanang, frekuensinya agak jauh meningkat karena kita ingin memastikan ini betul-betul tenang, tidak ada kegiatan lain yang berhubungan dengan pemilu yang dilakukan para peserta pemilu," katanya.

(BANGKAPOS.COM/Krisyanidayati)

Penulis: krisyanidayati
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved